Setiap orangtua, tentu sudah akrab dengan lagu Nina Bobo, lagu pengantar tidur bagi anak-anak. Lirik sederhana yang berpadu dengan ketukan irama lembut, membuat lagu ini sangat populer dan disukai semua kalangan. Namun, tak semua orang tahu, ada kisah mistis di balik penciptaan setiap lirik lagu Nina Bobo.

Anneke Gronloh, penyanyi Belanda kelahiran Indonesia yang dikenal sebagai pelantun Nina Bobo, kini sudah tiada. Ia ‘tidur’ selama-lamanya setelah menghembuskan napas terakhir di kediamannya, bagian Selatan Perancis, Jumat pekan lalu pada usia 76 tahun.

Dikutip dari Escxtra, Anneke Gronloh meninggal dunia setelah mengalami sakit paru-paru.
Semasa hidupnya, perempuan kelahiran Tondano, Sulawesi Utara pada 1942 itu memang dikenal sebagai penyanyi. Ia memulai kariernya ketika hijrah ke Belanda di usia 17 tahun.

Anneke Gronloh

Di negeri Kincir Angin itu, Anneke mengeluarkan single Brandend Zand pada 1962, yang langsung mencuri perhatian para penikmat musik di Belanda. Kemudian, ia berkali-kali menelurkan hits-nya seperti Paradiso dan Soerabaja. Ia berhenti dari dunia tarik suara sejak tahun lalu, lantaran tak kuasa melawan sakit paru-paru yang dideritanya.

Kisah Mistis Nina Bobo
Kesan mistis pada lagu Nina Bobo yang mulai populer sejak awal tahun 1960-an tersebut, diyakini banyak orang tak lepas dari kisah di balik penciptaannya. Belum diketahui pasti, siapa pencipta lagu Nina Bobo. Namun, banyak sumber menyebutkan, lirik-lirik dalam Nina Bobo berawal dari kisah seorang ibu yang kerap bersenandung untuk anak perempuannya menjelang tidur malam hari.

Baca Juga :   Timnas U-19 vs Jepang U-19, Saatnya ke Piala Dunia

Kata Nina diambil dari bahasa Portugis yang berarti gadis, dan kata Bobo dari bahasa China yang bermakna tidur. Bukan hanya di Indonesia, lagu Nina Bobo juga sangat familiar di masyarakat Malaysia, Singapura hingga Brunei Darussalam.

Konon, Nina Bobo terinspirasi dari cerita satu keluarga campuran Jawa dan Belanda. Pasangan Mustika dan Kapten Van Rodjnik membuat lagu khusus untuk putri kesayangan mereka, Helenina Mustika Van Rodjnik yang lahir pada tahun 1871 itu.

Sang putri, yang akrab dipanggil dengan sebutan Nina itu ternyata mengidap penyakit susah tidur yang membuatnya selalu gelisah menjelang malam datang. Sebagai seorang ibu, Mustika selalu setia menemanyi putrinya itu di pembaringan. Setiap malam, ia menemani dan berusaha menidurkan Nina.

Ilustrasi seorang ibu menidurkan anaknya.
Sumber : adinarosetti.ro

Suatu malam, Mustika yang berada di samping Nina bersenandung kecil, yang tanpa disangkanya bisa membuat putrinya itu tertidur dengan pulas. Melihat itu, suaminya kemudian meminta Mustika untuk membuat lirik atas senandung yang ia mainkan untuk pengantar tidur putri mereka. Maka terciptalah lirik-lirik lagu Nina Bobo yang sebagian besar diambil dari nama panggilan anak mereka.

Baca Juga :   Batam Tambah Satu Taman Lagi, Taman Dang Anom

Dalam satu bagian lirik, terdapat juga kata nyamuk. Menurut kisah, ketika lagu itu dibuat, wilayah tempat tinggal Mustika terdapat banyak nyamuk yang bahkan sudah menimbulkan wabah penyakit malaria. Sehingga muncul lirik; …kalau tidak bobo, digigit nyamuk…

Begitulah, sejak lagu itu dinyanyikan sang ibu, Helena setiap malam bisa tidur nyenyak. Ia merasa mendapat kedamaian setiap kali Mustika melantunkan lirik-lirik Nina Bobo. Sebaliknya, jika Helena tidak mendengar lagu itu saat hendak tidur, maka ia akan gelisah dan tak bisa memejamkan mata. Tragisnya, Nina meninggal dunia di usia 6 tahun. Tak ada sumber yang menyebutkan penyebab meninggalnya Nina.

Sejak itu, kemistisan pun dimulai. Kapten Van Rodjnik kerap melihat istrinya menyanyikan lagu Nina Bobo di ranjang putri mereka. Saat hal itu ditanyakan, istrinya mengaku kalau ia selalu didatangi arwah putrinya, sambil menangis minta dinyanyikan Nina Bobo. Beberapa tahun kemudian, Mustika pergi menyusul putrinya.

Baca Juga :   Kronologi Jatuhnya Pesawat Cargo MAF di Danau Sentani

Sepeninggal Mustika, Van Rodjnik mengalami hal yang sama seperti yang dialami mendiang istrinya. Setiap malam tiba, ia selalu merasakan kehadiran sang putri di rumahnya. Dan putriya itu datang dengan menangis, minta dinyanyikan lagu Nina Bobo. Cerita pun terulang, sebagaimana Mustika semasa hidupnya, Van Rodjnik juga menyanyikan Nina Bobo setiap malam, hingga ajal menjemput.

Di Belanda, lagu Nina Bobo juga cukup populer. Dikutip dari Wikipedia, lagu Nina Bobo diperkenalkan oleh Anneke Gronloh dan Wieteke van Vodrt. Berikut lirik lagu Nina Bobo dalam bahasa Belanda yang dipopulerkan Anneke:

Slaap meisje, oh slaap, meisje
als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden.
Laten we gaan slapen, oh lief meisje,
als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden

Ini lirik lagu Nina Bobo dalam bahasa Indonesia seperti yang sering kita dengar dan nyanyikan:

Nina bobo, oh nina bobo
Kalau tidak bobo, digigit nyamuk
Nina bobo, oh nina bobo
Kalau tidak bobo, digigit nyamuk

Tidurlah sayang, adikku manis…

Bobo lah bobo adikku sayang…
Kalau tidak bobo, digigit nyamuk
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

Penulis : Yuri B Trisna
Dari berbagai sumber