pelantar.id – Performa apik yang ditunjukkan Muhammad Supriadi bersama Timnas U-16 berbuah manis. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengirimkan Supriadi berguru ke akademi sepakbola di Liverpool, Inggris.

“Kami ingin Supriadi itu belajar ke Liverpool. Di sana, ada sekolah bagus untuk pemain yang ingin jadi pesepakbola profesional. Anak-anak dari seluruh dunia, banyak yang belajar di sana,” kata Risma.

Ia memastikan, semua biaya sekolah maupun hidup di Kota Liverpool akan ditanggung Pemerintah Kota Surabaya. Supriadi saat ini tercatat sebagai warga Kedung Asem, Rungkut, Surabaya.

“Pemko Surabaya punya biaya untuk anak-anak berprestasi,” kata dia.

Baca Juga : Dua Pemain Timnas U-16 Masuk 8 Talenta Terbaik Asia Tenggara

Baca Juga :   Liverpool Siap Lukai Madrid di Final

Saat bertemu dengan Supriadi seusai upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-37 RI di Balai Kota Surabaya, Jumat (17/8) lalu, Risma sudah menegaskan keinginannya tersebut. Meski akan menyekolahkan Supriadi di Liverpool, Risma tetap membebaskan Supriadi apabila kemudian nantinya tertarik bergabung dengan klub asing.

Namun, Risma mengingatkan agar Supriadi harus tetap rendah diri, tidak boleh sombong dan ingat dari mana berasal.

“Dan yang terpenting, tetap dalam komitmen kerangka membawa panji-panji Indonesia. Kalau dia dipanggil untuk membawa nama Indonesia, maka harus pulang membela negaranya,” tegasnya.

Baca Juga : Timnas U-16 Puaskan Dahaga Juara Indonesia

Supriadi dijadwalkan berangkat ke Liverpool pekan depan. Tidak hanya sendiri, ia terbang bersama 10 pemain lainnya dari Surabaya. Winger Timnas Indonesia U-16 itu merupakan peserta tertua. Yang lainnya, berusia antara 12 sampai 15 tahun. Supriadi juga belum mengetahui secara pasti berapa lama ia nantinya berlatih di Liverpool.

Baca Juga :   Samaira Mehta, Programmer Cilik yang Bikin Google-Microsoft Jatuh Hati

“Rencananya minggu depan akan berangkat ke Liverpool bersama dengan 10 pemain lainnya dari Surabaya,” kata Supriadi, Kamis (4/10) dikutip dari surya.co.id.

 

Editor : Yuri B Trisna