pelantar.id – Kebakaran hebat melanda lingkungan Pesantren Aljabar di Bengkong Aljabar, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/10) malam, sekira pukul 18.10. Belasan bangunan di pesantren itu tampak hangus dan ludes dilalap si jago merah.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian kebakaran itu diketahui warga saat sejumlah penghuni asrama berteriak histeris. Mereka berhambuar keluar dari bangunan yang terus mengeluarkan asap tebal. Kobaran api tampak menyambar-nyambar. Api dengan cepat membumbung tinggi lantaran material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Kobaran api yang membakar bangunan di Pesantren Aljabar, Bengkong, Batam, Selasa 916/10).
Foto: PELANTAR/Fathurrohim

Api pertama kali diketahui oleh seorang penghuni asrama. Api itu berasal dari bagian tengah bangunan yang modelnya memanjang. Hal itu membuat api cepat menjalar ke bangunan lain sehingga membuat panik para santri yang sedang berada di asrama.

Baca Juga :   Tarif Pajak Kendaraan di Kepri Turun hingga 50 Persen

“Asrama santri, rumah guru dan kantor sudah habis terbakar,” kata seorang penghuni asrama.

Sesaat setelah api membesar, warga sekitar dan pengendara yang melintas langsung memadati lokasi kejadian. Macet panjang pun tak terhindari. Apalagi, kawasan Bengkong memang dikenal sebagai kawasan pemukiman dan lalu lintas yang padat. Hal itu sempat membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan mendekat.

Warga melihat kobaran api yang membakar bangunan di Pesantren Aljabar, Bengkong, Batam, Selasa (16/10).
Foto: PELANTAR/Fathurrohim

 

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat masih berusaha memadamkan api. Belum diketahui jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini, termasuk adanya korban jiwa. Selain petugas pemadam, sejumlah personel kepolisian juga terus berdatangan ke lokasi.

Baca Juga :   Sudah Berdiam di Rumah, Seorang Perempuan Malah Terserang Coronavirus

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi juga tiba di lokasi bersama sejumlah pejabat Pemko Batam, sekitar pukul 20.00. Ia tampak sibuk memantau keadaan sembari memberi arahan kepada orang-orang terdekatnya. Belum ada keterangan resmi dari dia.

 

Reporter : Fathurrohim
Editor : Yuri B Trisna