pelantar.id – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius masyarakat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Hingga September 2018, ada 107 orang diketahui terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, 3 orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi mengatakan, jumlah kasus DBD yang menyerang warga meningkat dibanding tahun lalu. Pada periode sama tahun 2017, jumlah penderita DBD di Karimun tercatat 76 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi

Ia mengatakan, pihaknya terus berusaha menekan kasus DBD di wilayah ini. Di antaranya dengan melakukan gerakan abatesasi dan gotong royong untuk memberantas sarang nyamuk penyebab DBD.

“Dibanding tahun 2014, 2015 dan 2016 memang kasus DBD di Karimun saat ini turun. Tapi dibanding tahun 2017 meningkat cukup signifikan, ini yang perlu diwaspadai,” kata Rahmadi di Tanjungbalai Karimun, Senin (1/10) lalu.

Baca Juga :   Proyek Pasar Modern Natuna Hasilkan 9 Tersangka, Rugikan Negara Rp4 Miliar

Rahmadi mengatakan, 3 orang penderita DBD yang meninggal tersebut terdiri dari 2 orang dewas dan 1 balita. Kedua orang dewasa itu berasal dari Kecamatan Karimun dan 1 balita adalah warga Kecamatan Kundur Barat.

“Untuk penderita dewasa yang meninggal, sebenarnya juga komplikasi. Ada riwayat penyakit tuberkolosis dan pemicu DBD,” kata dia.

Catatan Dinkes Karimun, sebaran dari 107 penderita DBD per September tahun ini adalah, Kecamatan Karimun 31 orang, Kecamatan Meral (30), Tebing (25), Meral Barat (4), Kundur (4), Kundur Barat (7), Kundur Utara (3) dan Kecamatan Buru (3). Dari data sebaran itu, ancaman DBD terbesar terjadi di wilayah Kecamatan Karimun dan Meral yang merupakan wilayah paling padat penduduknya di Karimun.

Baca Juga :   Anggaran Defisit, Kepri Pangkas Kegiatan

“Wilayah yang padat penduduk memang cenderung meningkat kasusnya, dan penyebarannya juga cepat. Kalau satu terkena, biasanya cepat menyebar ke tetangga,” ujar Rahmadi.

Baca Juga : Batam Masih Bebas Rabies

Rahmadi mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai serangan DBD dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Masing-masing keluarga juga diingatkan agar peka terhadap tanda-tanda atau gejala DBD yang muncul di lingkungan anggota keluarga, seperti demam berkepanjangan, tulang sakit, dan timbul merah-merah.

“Kalau menemukan gejala seperti itu, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Kita semua harus tetap waspada. Memang untuk menghilangkan DBD masih sulit, karena itu minimal kita bisa mencegahnya,” ujarnya.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna