Di Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk, sebuah kelenteng baru tengah disiapkan menjadi sorotan. Tian Fu Gong hadir dengan 12 altar Dewa Dewi Agung, sehingga fungsinya bukan hanya sebagai tempat ibadah umat Tridharma, tetapi juga sebagai ruang yang membawa nuansa budaya Tionghoa ke tengah kawasan yang selama ini identik dengan wajah modern.
Nama Tian Fu Gong sendiri berarti “Istana Kemakmuran Agung”. Makna itu terasa selaras dengan perannya sebagai ruang religius yang menggabungkan ibadah, simbolisme, dan arsitektur tradisional Tionghoa dalam satu tempat.
12 altar dengan makna berbeda
Daya tarik utama Tian Fu Gong terletak pada deretan 12 altar yang memiliki makna spiritual masing-masing. Altar-altar ini mewakili harapan hidup yang dekat dengan keseharian manusia, mulai dari kesehatan, keselamatan, kebajikan, rezeki, jodoh, hingga keturunan.
Di dalamnya terdapat altar Yu Huang Da Di atau Tian Gong, yang dikenal sebagai Kaisar Langit dalam kepercayaan Tionghoa. Sosok ini dipercaya mengatur alam semesta serta para dewa, sehingga menempati posisi penting dalam ruang ibadah tersebut.
Ada pula altar Tai Shang Lao Jun yang dihormati dalam ajaran Tao sebagai guru para suci dan sumber kebijaksanaan spiritual. Kehadirannya mempertegas identitas Tian Fu Gong sebagai kelenteng yang sarat makna religius.
Sejumlah nama lain juga hadir di dalam kompleks altar itu, seperti Erlang Shen, Xuan Tian Shang Di, dan Jiu Tian Xuan Nü. Selain itu terdapat Fu De Zheng Shen atau Tua Pek Kong, yang sangat dikenal dalam tradisi Tionghoa.
Deretan altar dilengkapi oleh Guan Sheng Di Jun, Bao Sheng Da Di, dan Wu Lu Cai Shen. Ada juga Yue Xia Lao Ren yang dikenal sebagai dewa jodoh, serta Zhu Sheng Niang Niang yang dipercaya berkaitan dengan keturunan dan kelahiran.
Wajah baru di tengah kawasan modern
Kehadiran Tian Fu Gong menambah warna baru di PIK yang selama ini lebih dikenal dengan restoran, kafe, dan hiburan modern. Bangunan kelenteng ini tampil berbeda di tengah lingkungan urban yang serba kontemporer, sehingga mudah menarik perhatian menjelang pembukaannya.
Tian Fu Gong dijadwalkan diresmikan pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Menjelang momen itu, bangunannya sudah mulai mencuri perhatian karena menghadirkan suasana yang kontras dengan lanskap sekitar.
Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng ini juga berpotensi menjadi tujuan wisata budaya. Ornamen khas Tionghoa, detail bangunan yang sarat simbol, dan suasana sakral membuatnya menawarkan pengalaman ruang yang berbeda di Jakarta.
Bagian dari mozaik Riverwalk Island
Riverwalk Island sendiri bukan lagi sekadar kawasan dengan identitas modern. Di lokasi yang sama, sudah ada Kuil Si Mian Fo, dan terdapat pula Masjid Al-Ikhlas PIK yang bergaya Islamic Classical Architecture serta mampu menampung hingga 600 jemaah.
Dengan hadirnya Tian Fu Gong, kawasan ini menampilkan keberagaman ruang spiritual yang berdampingan dalam satu area. Kondisi tersebut membuat Riverwalk Island punya karakter yang lebih berlapis, karena menggabungkan fungsi publik, budaya, dan religi.
Bagi umat Tridharma, Tian Fu Gong menambah pilihan ruang ibadah yang representatif di Jakarta Utara. Sementara bagi pengunjung umum, kelenteng ini menawarkan kesempatan melihat lebih dekat tradisi Tionghoa dalam bentuk arsitektur dan tata ruang ibadah.
Wisata religi di Jakarta memang terus berkembang seiring meningkatnya minat pada ruang yang memberi ketenangan dan pengalaman budaya. Dalam konteks itu, Tian Fu Gong muncul sebagai salah satu titik baru yang paling menonjol di Riverwalk Island.
Source: www.suara.com




