pelantar.id – Kasus pembobolan mobil yang marak terjadi di sejumlah perumahan mewah di Kota Batam, Kepulauan Riau beberapa hari terakhir, terungkap. Pelakunya 4 orang yang masih remaja.

Keempat anak baru gede (ABG) itu kini sudah diamankan di Mapolsek Batam Kota. Mereka ditangkap Rabu malam (12/9). Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus mengatakan, belasan mobil yang dilaporkan sudah dibobol berada di Perumahan Anggrek Mas 3, Royal Grande dan Bela Vista. Ketiga perumahan yang berlokasi di Batam Centre itu termasuk perumahan elite di Batam.

Firdaus mengatakan, karena para pelaku masih di bawah umur, demi menjaga hak-hak pelaku, maka pihaknya tidak menggelar ekspose kepada media massa. “Kami sangat prihatin ketika mengetahui bahwa para pelaku pembobolan adalah para remaja, masih di bawah umur,” katanya dikutip Batamclick.com, Kamis (13/9).

Baca Juga :   Wakil Wali Kota Batam Tinjau Banjir di Kabil, Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut Firdaus, proses hukum terhadap 4 pelaku tetap dilanjutkan, namun tidak akan diekspose ke media secara terbuka. Keempat pelaku mengaku berdomisili di wilayah Baloi Persero.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus

Saat beraksi, para pelaku mengaku tidak menggunakan peralatan apapun, baik perangkat keras maupun aplikasi remote digital. Semua aksi dilakukan disebabkan keteledoran pemilik mobil yang tidak mengunci pintu mobilnya. Dalam operasinya, keempat remaja itu melakukan survei dengan mengecek pintu mobil-mobil yang diparkir di tepi jalan perumahan.

“Mobil-mobil yang dibobol itu tidak terkunci, sementara ada barang berharga di dalam mobil,” kata mantan Kasat Binmas Polresta Barelang tersebut.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Firdaus mengimbau kepada masyarakat Batam, khususnya pemilik mobil agar selalu waspada dan teliti.

Baca Juga :   Tim Terpadu Tertibkan ROW 30 M Jalan Industri Tanjung Uncang

“Jangan tinggalkan barang berharga dan barang-barang yang dapat memancing tindak kejahatan. Yang paling penting, selalu kunci mobil sebelum meninggalkannya di parkiran,” kata dia.

Firdaus juga mengingatkan seluruh petugas keamanan sekuriti di perumahan-perumahan agar meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan. Sebagai tenaga pengamanan, sekuriti harus awas dan peka terhadap kondisi di sekitar.

“Kalau ada gerak-gerik yang mencurigakan sebaiknya langsung diawasi. Jika ada pihak yang tidak dikenal masuk lingkungan perumahan, harus dipantau, jangan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Pengakuan keempat pelaku, mereka masuk ke sejumlah perumahan mewah tersebut lantaran sekuriti tidak ada di pos, atau sedang tidur. Firdaus mengatakan, sekuriti bersama warga perumahan harus saling mengingatkan dan menjaga keamanan di lingkungannya.

Baca Juga :   APBD Kepri 2019 Disepakati Rp3,659 Triliun

“Kalau waktunya tugas jaga, ya jangan tidur. Kalau tidur, yang jaga lingkungannya siapa? Kalaupun mau tidur, harus ada yang menggantikan, atau kordinasi dengan yang lain. Tanggung jawab harus dilaksanakan,” tegasnya.

Firdaus juga mengimbau para orangtua yang memiliki anak-anak remaja agar ikut memantau dan mengawasi perilaku anak-anaknya. Pergaulan anak perlu dikontrol agar anak tidak terjerumus ke perbuatan yang melanggar hukum.

“Orangtua harus tahu, dengan siapa anak-anaknya bergaul, kemana perginya, atau sedang berbuat apa. Anak-anak jangan dibiarkan keluar atau keluyuran di atas jam sembilan malam. Dan yang terpenting, bekali anak dengan ilmu agama, agar tidak salah jalur atau salah pergaulan,” ujarnya.

Editor : Yuri B Trisna