pelantar.id – Selain diajurkan mencuci tangan dan menjaga kebersihan, saat ini penggunaan masker sudah merupakan keharusan saat menghadapi pandemi.

Penggunaan masker ini juga ditekankan oleh Center for Disease Control and Prevention AS, yang mengatakan bahwa orang-orang wajib memakainya di muka umum.

Tujuan pengunaan masker dimaksudkan untuk mencegah seseorang secara tidak sengaja menyebarkan atau terjangkit penyakit menular seperti COVID-19.

Penyakit yang disebabkan oleh virus corona SAR-CoV-2 ini mudah menyebar melalui droplets seperti tetesan air liur saat batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara.

Namun, dalam penggunaan masker masih ada yang tidak menggunakan secara benar. Berikut yang perlu Anda perhatikan.

Kesalahan Pertama: Masker Hanya Menutupi Mulut

Jangan menggunakan masker wajah yang terlalu rendah, sehingga ia hanya menutupi area mulutmu. Pasalnya, droplets juga bisa keluar dari hidung, dan kamu telah berisiko membuat orang lain sakit. Selain itu, jika area hidung tidak ditutupi oleh masker, maka kamu berisiko terkontaminasi kuman, bakteri, atau virus yang menempel pada permukaan masker yang terhirup melalui hidung. Jika lubang hidung bergesekan dengan bagian atas masker, maka kontaminasi silang dapat terjadi dari masker ke hidung.

Baca Juga :   Genjot Ekonomi Daerah, Bank Indonesia Dorong Kepri Kembangkan Pariwisata

Kesalahan Kedua: Masker Bersentuhan dengan Bagian Tubuh atau Barang Lain

Virus corona bisa menempel di berbagai permukaan. Ia bisa saja menempel pada pakaian, wajah, atau bagian tubuh lain. Ketika masker yang hendak kamu gunakan bersentuhan dengan benda tersebut, maka ini bisa menimbulkan masalah.

Lucy Wilson, selaku ketua departemen pelayanan kesehatan darurat di University of Maryland, Baltimore County mengatakan jika kontaminasi bisa terjadi jika bagian dalam topeng menyentuh bagian lain dari tubuh yang terkontaminasi oleh virus, seperti rambut, dahi, dagu, leher, tangan, pakaian lain, dan kemudian bagian dalam masker dikembalikan ke daerah hidung dan mulut.

Di dalam mulut dan hidung ada adalah selaput lendir yang rentan, dan infeksi dapat terjadi. Jangan biarkan masker bersandar di leher saat tidak berada di tempat umum. Kamu perlu berhati-hati saat hendak melepaskannya. Alih-alih menyentuh bagian depan masker, lepaskan masker dengan memegang ikatan yang ada di telinga. Pastikan juga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker wajah.

Baca Juga :   Apa Itu Marga Latuconsina?

Kesalahan Ketiga: Masker Terlalu Longgar

Ketika dikenakan dengan benar, respirator N95 yang digunakan dokter sangat cocok untuk wajah. Tetapi jika kamu menggunakan masker bedah atau masker kain buatan sendiri, kamu mungkin membiarkan sisi-sisinya mengendur atau longgar. Kamu tidak boleh menggunakan masker dengan cara ini.

Tujuan penggunaan masker untuk menciptakan penghalang yang menghalangi udara sebanyak mungkin. Kamu tidak mendapatkan perlindungan yang sempurna jika masker terlalu longgar. Selain itu, adanya jenggot juga bisa membuat masker jadi lebih longgar. Oleh karena itu, ada baiknya untuk merapikan jenggot supaya masker berfungsi optimal selama pandemi.

Kesalahan Keempat: Masker Hanya Menutupi Ujung Hidung

Saat menggunakan masker wajah, pastikan kamu meletakkannya di pangkal hidung, bukan di ujungnya. Alhasil, kamu akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik karena masker tidak akan menjadi longgar. Jika kamu hanya menutupi dimulai dari ujung hidung, ini akan meninggalkan celah udara besar di bagian atas masker sehingga udara dapat masuk dan keluar.

Baca Juga :   BP Batam Kenalkan Peluang Investasi di Batam Melalui Webinar¬†

Kesalahan Kelima: Masker Kain Tidak Dibersihkan dengan Benar

Jika kamu menggunakan masker kain, maka pastikan kamu mencucinya dengan benar. CDC mengatakan kamu bisa mencuci masker kain buatan sendiri di mesin cuci. Bersihkan setiap hari untuk memastikan masker kamu selalu bersih dan siap dipakai. Namun, jika makser terlihat sangat kotor atau rusak, sebaiknya buang dengan cara yang aman.

Halodoc