pelantar.id  – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kepulauan Riau mencatat, ada 52.474 warga di atas usia 16 tahun yang belum melakukan perekaman KTP elektronik atau e-KTP.

“Kami mengimbau kepada warga yang tahun ini berusia 16 tahun dan akan masuk 17 tahun di tahun 2019 nanti,  segera merekam data kependudukan. Memang, e-KTP mereka tak bisa langsung dicetak, akan dicetak tahun 2019,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Disdukcapil Kota Batam, Muhammad Teddy Nuh, Selasa (23/10).

Perekaman data e-KTP bagi remaja di atas 16 tahun sangat penting karena akan diperlukan untuk pengurusan berbagai dokumen. E-KTP bukan hanya diperlukan untuk kepentingan pemilihan umum semata, tapi juga sebagai identitas diri sebagai warga negara.

Baca Juga :   12 Pencuri Motor di Batam Ditangkap

Teddy menyampaikan, beberapa hari lalu, Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah melakukan pemblokiran data kependudukan terhadap penduduk dewasa usia di atas 23 tahun yang belum melakukan perekaman data e-KTP. Hal itu dilakukan agar masyarakat peduli dan segera melakukan perekaman data kependudukan.

“Itu adalah cara agar masyarakat aware (peduli) terhadap dokumen kependudukan mereka.  Sebab e-KTP ini juga untuk keperluan pembuatan paspor, pendaftaran BPJS, rekening bank dan lainnya,” kata Teddy.

Ia mengatakan, pemblokiran data bagi penduduk dewasa usia 23 tahun tersebut merupakan wewenang Kemendagri. Pihaknya di daerah hanya bertindak sebagai operator saja.

“Setahu saya, alasan utamanya adalah agar masyarakat lebih aware terhadap dokumen kependudukan mereka,” ujarnya.

Baca Juga :   Kemendagri Bantu Transgender Miliki e-KTP

Baca Juga : 

Untuk mempermudah layanan perekaman data dan penerbitan e-KTP, saat ini Disdukcapil Batam telah menyediakan satu bus keliling.

“Jemput bola ibaratnya, kami ke sekolah-sekolah melakukan perekaman terhadap anak-anak remaja yang tahun ini terhitung berusia 16 tahun,” katanya.

Mobil layanan perekaman e-KTP tersebut, lanjut Teddy, tak hanya diperuntukkan kepada anak-anak sekolah, tapi juga masyarakat umum yang sedang sakit yang memang tak memungkinkan datang ke Kantor Camat. B egitu juga bagi warga yang mengalami kelainan mental.

 

Reporter : Fathurrohim

Editor : Yuri B Trisna