pelantar.id  – Ustad Abdul Somad mengatakan akan menenggelamkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Sebabnya, Susi datang terlambat di acara makan ikan bersama di Pondok Pesantren Al Ihsan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Rabu (3/10).

Sesuai jadwal, Menteri Susi seharusnya tiba di lokasi acara pukul 08.30 WIB. Namun, hingga pukul 09.20 WIB, Susi tak kunjung hadir. Sementara UAS, nama panggilan Abdul Somad, memilih langsung memulai tausyiah tanpa kehadiran Menteri Susi.

Saat mengawali tausyiahnya itulah, UAS kemudian menyindir sambil berseloroh akan menenggelamkan Menteri Susi jika dalam waktu 60 menit ceramahnya, Susi tak juga tiba.

“Kalau sampai ceramah saya habis, 60 menit tak hadir, kita tenggelamkan Bu Susi,” kata UAS disambut tawa dan tepuk tangan ribuan jamaah yang terdiri dari santri dan wali santri tersebut.

Baca Juga : Jangan Berkelahi Gara-Gara Pilpres, Nanti Ditenggelamkan Bu Susi

Baca Juga :   Dilema Prabowo: Pilih Salim Segaf atau Agus Harimurti

Pernyataan UAS itu, tentu saja hanya candaan belaka. “Saya berani cakap begitu karena beliau tak di sini,” sambung UAS seraya tersenyum.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Menteri Susi akhirnya tiba di pondok pesantren yang disambut riuh ribuan santri dan jamaah. Keduanya terlihat akrab bertegur sapa ketika bertemu satu dengan lainnya.

Menteri Susi dan Ustad Abdul Somad menghadiri acara Parenting Akbar dan Makan Ikan di Kampar, Riau, Rabu (3/10).
Foto: Riauonline.com/Fakhrurrodzi Baidi

Setelah Susi Pudjiastuti duduk, UAS pun kembali melanjutkan tausyiahnya. Ustad Abdul Somad yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau itu mencoba mengingat momen keduanya bertemu saat di Republika Award, beberapa waktu lalu.

“Saya tadi sempat mau menenggelamkan ibu Susi. Tapi Alhamdulillah ternyata ibu hadir,” ujar Ustad Abdul Somad. Menteri Susi yang mendengar itu langsung tertawa.

Baca Juga :   Seorang Warga Jepang Positif Corona, Dicurigai Sepulang dari Liburan di Indonesia?

Baca Juga :

Sus Minta HNSI Dukung Penenggelaman

Dalam ceramahnya, UAS menyatakan bahwa kegiatan yang mengusung tema Parenting Akbar itu penting dilakukan karena orangtua juga harus mengerti dasar Agama Islam, selain anak-anak mereka yang belajar di pondok pesantren tersebut. Selain itu, UAS juga menyatakan dukungannya dengan kebijakan mengonsumsi ikan yang digaungkan oleh Menteri Susi.

Keserakahan Pengusaha Perikanan

Pada acara itu, Menteri Susi mengatakan, dulunya Bagan Siapi-api di Provinsi Riau dikenal sebagai kota penghasil ikan terbesar di dunia. Namun hal itu sekarang hanya tinggal kenangan.

Menurut Susi, hal itu disebabkan keserakahan dari pengusaha perikanan yang menggunakan trawl-trawl (pukat harimau) saat melaut menangkap ikan. Karena itu ia mengingatkan, selain memerangi kapal ikan asing, ia juga turut melarang penggunaan trawl.

“Harus dilarang itu (travel). Agar nelayan tradisional dapat dengan mudah kembali mencari ikan, tanpa perlu jauh ke tengah laut,” kata dia.

 

 

Editor : Yuri B Trisna

Sumber : Antara, Tempo