Gugatan baru yang menyeret nama Kylie Jenner datang dari Angelica Vazquez, mantan asisten rumah tangga yang mengaku mengalami perlakuan tidak layak selama bekerja di rumah mewah milik selebritas itu di Hidden Hills. Dalam berkas yang diajukan pada Jumat, 17 April 2026, waktu setempat, Angelica menuduh adanya pelecehan, diskriminasi, hingga pemutusan hubungan kerja sepihak.
Nama Kylie Jenner memang tercantum sebagai pihak tergugat, tetapi dokumen gugatan tidak menyebut ia secara langsung melakukan tindakan yang dipersoalkan. Meski begitu, berkas tersebut tetap menempatkan tanggung jawab pada pihak yang mempekerjakan dan mengelola lingkungan kerja di rumah tersebut, termasuk dua perusahaan lain yang ikut digugat, Tri Star Services dan Maison Family Services, seperti dilaporkan People.
Keluhan soal suasana kerja yang disebut tidak bersahabat
Angelica menyatakan suasana di tempat kerja sudah terasa bermasalah sejak awal ia bertugas. Ia mengaku dikucilkan dari tim dan ditempatkan dalam lingkungan kerja yang penuh permusuhan.
Dalam gugatan itu, ia juga mengatakan kerap mendapat tugas yang paling berat dan paling tidak menyenangkan dibanding pekerja lain. Situasi tersebut, menurut klaimnya, membuat pengalaman kerjanya di rumah Kylie Jenner jauh dari kata normal.
Tuduhan diskriminasi dan perlakuan merendahkan
Angelica menuduh dirinya sering dipermalukan di depan umum karena latar belakang ras, negara asal, dan agama. Ia disebut berasal dari Salvador dan memeluk agama Katolik secara taat, dua identitas yang menurutnya menjadi sasaran komentar merendahkan.
Ia juga mengklaim ada komentar diskriminatif dan kekerasan verbal yang berulang selama masa kerjanya. Dalam dokumen itu, Angelica menilai perlakuan tersebut membentuk suasana kerja yang toksik dan tidak aman secara emosional.
Keluhan yang ia sampaikan disebut tidak mendapat penanganan yang memadai. Angelica menyebut laporan yang diajukan justru dianggap sepele, diejek, atau diabaikan oleh pihak manajemen, sehingga tidak ada langkah korektif yang benar-benar menghentikan pola perlakuan itu.
Insiden yang disebut memburuk pada Maret 2025
Menurut isi gugatan, kondisi yang dialami Angelica semakin buruk pada Maret 2025. Ia mengaku seorang pengawas diduga melempar gantungan baju ke arah kakinya sambil memarahinya dengan kasar.
Peristiwa itu menjadi salah satu titik yang memperkuat klaimnya soal lingkungan kerja yang bermasalah. Dari sudut pandangnya, kejadian tersebut menunjukkan bahwa konflik di tempat kerja bukan sekadar persoalan biasa, melainkan sudah masuk ke wilayah intimidasi dan perlakuan agresif.
Dampak kesehatan dan kerugian yang diklaim
Angelica mengatakan tekanan yang ia alami memicu gangguan kecemasan, stres berat, dan gejala yang menyerupai PTSD. Ia juga mengaku mengalami kerugian finansial setelah pemotongan upah dilakukan usai dirinya mengajukan komplain resmi.
Pada Juli 2025, Angelica disebut sempat mengambil cuti medis. Setelah itu, ia mengundurkan diri pada bulan berikutnya karena merasa kondisi kerja sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Dalam tuntutannya, Angelica meminta ganti rugi punitif serta pembayaran yang menurutnya belum dipenuhi. Klaim itu mencakup upah yang belum dibayarkan, tunjangan jam istirahat dan makan, penggantian biaya operasional, cuti sakit yang tidak dibayar, serta kompensasi lain yang ia sebut ditahan secara melawan hukum.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena ikut menyinggung bagaimana lingkungan kerja di rumah tangga selebritas besar diperlakukan dari sisi keamanan dan perlindungan pekerja. Proses hukum yang melibatkan Kylie Jenner, Tri Star Services, dan Maison Family Services akan menentukan sejauh mana tuduhan Angelica Vazquez dapat dibuktikan di pengadilan.
Source: www.medcom.id




