Aksi besar komunitas Destiny sedang disiapkan untuk 9 Juni, dan targetnya bukan sekadar ramai-ramai login. Para pemain ingin membanjiri server sebagai bentuk protes yang keras, sekaligus menunjukkan bahwa waralaba ini masih punya basis pemain yang sangat besar.
Dorongan itu muncul setelah Bungie mengumumkan bahwa pengembangan live-service aktif akan berakhir lewat update Monument of Triumph pada 9 Juni. Game memang tidak langsung ditutup dan masih akan tetap online dalam keadaan statis, tetapi keputusan itu memicu kekecewaan besar di kalangan pemain yang merasa perjalanan panjang mereka diputus mendadak.
Di Change.org, petisi yang meminta Sony memulai pengembangan Destiny 3 terus bertambah dan sudah melewati 45.000 tanda tangan. Petisi itu ditujukan langsung kepada pimpinan Sony dan Bungie, dengan harapan mereka meninjau ulang arah yang menjauh dari IP Destiny.
Banyak penandatangan mengaku keputusan menghentikan kerja pada waralaba ini terasa seperti pengabaian terhadap komunitas yang sudah lama setia. Kolom komentar petisi juga dipenuhi cerita personal tentang persahabatan, pengalaman sejak Destiny alpha pada 2014, sampai masa-masa sulit yang terasa lebih ringan berkat game tersebut.
Di sisi lain, ada juga pemain yang melihat Destiny 3 tetap masuk akal dari sisi bisnis. Mereka menilai waralaba ini masih kuat dan percaya seri baru bisa membuka ruang untuk cerita serta pengalaman yang belum sempat diwujudkan sebelumnya.
Ajakan login serentak makin menyebar
Selain petisi, ajakan untuk login massal pada 9 Juni ikut ramai di subreddit Destiny. Pesannya ditujukan ke pemain lama, pemain aktif, mereka yang sudah berhenti, dan juga mereka yang masih rutin bermain agar masuk bersama-sama dan membuat server dibanjiri trafik.
Tujuan utamanya jelas, yaitu menciptakan lonjakan pemain serentak yang cukup besar sampai rekor concurrent player bisa terpecahkan. Komunitas ingin menghadirkan angka yang sulit diabaikan oleh eksekutif Sony pada hari update terakhir dirilis.
Sebagian pemain bahkan menyebut target yang lebih spesifik, yakni melampaui rekor tertinggi sepanjang masa milik Marathon. Bagi mereka, capaian itu akan menjadi pesan bahwa keputusan yang diambil dianggap keliru dan Destiny masih punya daya tarik besar.
Kekecewaan yang meluas ke arah bisnis Sony
Di tengah gelombang reaksi itu, muncul pula rasa pahit karena Sony dinilai lebih memilih Marathon ketimbang mempertahankan dan membangun Destiny. Sentimen tersebut makin kuat karena sejumlah pemain merasa Bungie justru menjauh dari masukan komunitas saat mengambil keputusan penting.
Ada juga suara yang menilai rangkaian perubahan sistem yang buruk ikut memperburuk keadaan. Dalam pandangan mereka, penurunan kualitas tidak terjadi tiba-tiba, melainkan lewat keputusan yang dianggap mengabaikan masukan pemain.
Kekecewaan itu ikut memicu komentar dari figur komunitas. Salah satunya, @DestinLegarie, menyebut Marathon bukan taruhan yang tepat dan Destiny 3 justru yang dibutuhkan para Guardian.
Ikatan emosional yang masih kuat
Bagi banyak pemain, Destiny bukan sekadar game live-service biasa. Game ini menjadi tempat bertemu teman baru, membangun rutinitas bermain jangka panjang, dan menyimpan kenangan yang sulit digantikan judul lain.
Seorang penandatangan petisi menulis bahwa ia sudah bermain sejak alpha dan biasa membeli versi termahal setiap ekspansi agar semua konten bisa diakses saat rilis. Ia juga menyebut franchise ini membantunya melewati masa-masa sulit dan berharap dunia Destiny tidak berakhir bersama Destiny 2.
Komentar lain menyebut tidak ada game lain yang terasa sama menyenangkannya atau sebermakna Destiny. Ada pula yang menilai penghentian mendadak waralaba ini tidak adil bagi pemain yang sudah lama mengikuti perjalanannya.
Penggerak aksi ini sendiri mengakui bahwa lonjakan login massal mungkin tidak akan membuat Sony langsung mengubah arah bisnisnya. Meski begitu, mereka menilai gerakan tersebut tetap penting sebagai penanda bahwa banyak pemain pernah tersentuh oleh Destiny, dan 9 Juni menjadi momen terakhir untuk menyampaikan itu sekeras mungkin.





