Pelantar.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam meminta Pemko Batam menyediakan satu juru bicara terkait informasi coronavirus. Hal ini didesak lantaran sikap pejabat Pemko Batam yang tidak transparan dan akurat dalam menyampaikan informasi corona virus atau COVID-19 di Kota Batam. Beberapa statemen yang disampaikan acap kali berbeda-beda.

Seperti kasus baru-baru ini, yaitu kaburnya satu orang pasien COVID-19 dari Rumah Sakit Embung Fatimah. Pejabat Dinas Kesehatan Kota Batam memiliki dua stateman yang berbeda di setiap media.

Dalam stateman pertamanya Dinkes menegaskan informasi pasien yang tersebar melalui media sosial itu kabur adalah hoax, bahkan ia meminta polisi menangkap penyebarnya.

Sedangkan, di media lain ia mengatakan kaburnya pasien tersebut benar adanya. Bahkan kejadian seperti ini tidak yang pertama kalinya.

Baca Juga :   PLN Batam Kembali Gelar Promo Super Granada

“Kami menyayangkan cara komunikas dinas terkait dalam menangani virus corona ini,” ujar Slamet Widodo Ketua AJI Kota Batam.

Slamet mengatakan, terutama terkait stateman Pemda yang harus akurat, jangan sampai siang dibilang hoax malam membenarkan. “Kalau terjadi seperti itu, sekarang siapa yang membingungkan,” kata dia.

AJI Kota Batam sudah mendorong sejak lama Pemda setempat harus terbuka terkait informasi COVID-19, selain itu jalur penyampaian satu pintu sangat diperlukan agar informasi tidak simpang siur.

“Kami sudah diskusikan juga beberapa waktu lalu, banyak kawan-kawan jurnalis di lapangan menemukan perbedaan informasi antara satu pejabat dengan pejabat yang lain,” kata dia.

AJI Batam menilai, tidak transparan dan tidak akuratnya informasi ini akan membuat penanganan virus corona terhambat, apalagi adanya miskomunikasi antara setiap pejabat dalam menyampaikan informasi terkait data.

Baca Juga :   Lebih Tenang Memantai di Tegar Bahari Batam

“Jangan sampai akibat informasi yang tidak akurat dari pemerintah, membuat kepanikan di masyarakat,” katanya.

Slamet juga meminta Pemko Batam cepat tangap memberikan keterangan jika terdapat informasi yang beredar tidak benar di masyarakat.

“Jangan sampai informasi tersebut sudah kemana-mana, baru ditanggapi,” kata Slamet.

AJI Batam berharap Pemerintah Kota Batam untuk berbenah dalam penyampaian informasi corona virus tersebut. Selain itu, Pemko Batam juga diminta mempunyai website informasi corona virus yang update secara realtime setiap menitnya dan digambarkan dengan mudah.

“Wabah ini tidak bisa dianggap main-main, penanganan harus serius dan detail seperti yang dilakukan Singapura,” kata dia.**