Akar Daun Bawang Masih Bisa Dipakai Lagi, Cukup Direndam dan Siap Dipanen Minggu Depan

Sisa akar daun bawang yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata masih punya manfaat. Jika bagian putihnya masih menyisakan akar yang sehat, potongan kecil itu bisa direndam di air dan tumbuh lagi dalam waktu singkat.

Cara ini banyak dipilih karena sederhana dan hemat, terutama untuk kebutuhan dapur rumahan. Selain itu, metode ini juga tidak butuh lahan luas atau alat khusus, sehingga mudah dicoba bahkan oleh pemula.

Apa yang perlu disiapkan

Bahan paling penting adalah sisa bagian putih daun bawang yang akarnya masih utuh dan terlihat sehat. Kondisi akar menjadi penentu utama karena akar yang baik lebih cepat memicu munculnya tunas baru.

Wadahnya pun tidak perlu rumit. Gelas, toples, atau tempat sempit yang bening sudah cukup selama batang bisa berdiri tegak.

Wadah transparan juga membantu memantau kondisi akar dan tinggi air dengan lebih mudah. Di sisi lain, air bersih tetap menjadi kunci agar proses berjalan baik.

Langkah merendam daun bawang

Sebelum direndam, bagian hijau daun bawang bisa dipotong lebih dulu untuk langsung dipakai memasak. Setelah itu, sisakan sekitar 2 hingga 3 inci atau sekitar 5 hingga 7,5 sentimeter dari bagian putih beserta akarnya.

Berikutnya, akar dan bagian umbi dibersihkan perlahan di bawah air mengalir. Langkah ini penting agar sisa kotoran tidak membuat air cepat keruh.

Setelah bersih, masukkan potongan daun bawang ke dalam wadah dengan posisi akar di bawah. Tambahkan air secukupnya sampai akar dan sedikit bagian putih terendam, tetapi jangan sampai seluruh batang putih tertutup air.

Ketinggian air perlu dijaga supaya tidak terlalu tinggi. Jika seluruh bagian putih terendam, risiko busuk pada batang akan lebih besar.

Perawatan yang perlu diperhatikan

Air sebaiknya diganti secara rutin, idealnya setiap satu hingga dua hari. Jika air sudah keruh lebih cepat, penggantian bisa dilakukan lebih sering.

Kebiasaan ini membantu mencegah bau tidak sedap, lumut, dan jamur yang bisa mengganggu pertumbuhan. Wadah juga perlu tetap bersih agar tidak muncul lendir pada akar atau dinding gelas.

Meski tidak memakai tanah, daun bawang tetap membutuhkan perhatian. Selama berada di air, tanaman hanya mengandalkan cadangan nutrisi dari umbi, jadi kebersihan dan kondisi air sangat berpengaruh.

Cahaya juga tetap dibutuhkan agar pertumbuhan berjalan baik. Penempatan di dekat jendela atau area terang dianggap cukup, tanpa harus terkena matahari penuh terus-menerus.

Kapan bisa dipanen lagi

Dalam hitungan hari, tunas hijau baru biasanya mulai muncul. Pada kondisi tertentu, pertumbuhan awal bahkan bisa terlihat dalam 24 jam pertama.

Secara umum, daun bawang sudah bisa dipanen sekitar satu minggu setelah direndam di air. Lama waktunya tetap bisa berbeda tergantung kualitas akar, kebersihan air, dan cahaya yang diterima tanaman.

Saat sudah cukup panjang, bagian hijau tinggal digunting sesuai kebutuhan. Sisakan sekitar 1 hingga 2 inci dari pangkal agar batang masih bisa tumbuh lagi setelah dipotong.

Teknik ini memungkinkan daun bawang dipakai berulang kali selama beberapa minggu. Meski begitu, setelah beberapa kali panen, pertumbuhannya biasanya melambat karena cadangan nutrisi dalam umbi terus menipis.

Kalau ingin hasil lebih tahan lama

Jika ingin hasil yang lebih besar dan lebih awet, daun bawang bisa dipindahkan ke tanah setelah beberapa minggu. Referensi juga menyebut media lain seperti kelereng atau batu sungai saat tunas hijau sudah mencapai sekitar 2 inci.

Pemindahan itu memberi dukungan tambahan yang tidak tersedia kalau tanaman hanya direndam di air. Karena itu, metode rendam lebih cocok untuk kebutuhan dapur yang cepat, praktis, dan hemat.

Dengan akar yang masih sehat, air bersih, pencahayaan yang cukup, dan penggantian air yang teratur, sisa daun bawang yang semula terlihat tidak berguna bisa kembali menjadi stok bumbu segar dalam waktu singkat.

Baca Juga

Back to top button