Alibaba Dorong AI Agent Lebih Mandiri, Qwen3.7-Max Tahan Kerja 35 Jam Nonstop

Alibaba menempatkan tiga lapisan penting sekaligus dalam satu dorongan besar: model, server, dan chip. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya ingin menjual perangkat lunak AI, tetapi juga membangun fondasi penuh untuk era AI agent yang makin mandiri.

Di tengah kebutuhan komputasi yang semakin berat, pendekatan seperti ini menjadi penting karena beban kerja AI sekarang menuntut sistem yang stabil, efisien, dan mampu bekerja lebih otonom. Alibaba Cloud tampak ingin menghubungkan seluruh rantai teknologinya agar pengembangan dan operasional AI berjalan lebih mulus dari bawah ke atas.

Model baru untuk kerja agen yang panjang

Salah satu sorotan utama datang dari Qwen3.7-Max, model bahasa besar terbaru yang diposisikan sebagai fondasi serbaguna. Alibaba menyiapkannya untuk kebutuhan advanced agentic coding dan otomasi alur kerja perkantoran.

Kapasitas kerjanya juga dibuat menonjol. Alibaba menyebut Qwen3.7-Max dapat menjalankan tugas jangka panjang secara otonom hingga 35 jam nonstop dan mampu menangani lebih dari 1.000 panggilan alat tanpa penurunan performa.

Kemampuan itu membuat model ini relevan untuk skenario kerja agen AI yang tidak cukup hanya cepat. Dalam banyak kasus industri, konsistensi saat menyelesaikan rangkaian tugas berurutan justru menjadi penentu utama.

Infrastruktur yang disiapkan untuk beban lebih besar

Untuk menopang model dan beban kerja AI yang terus membesar, Alibaba Cloud memperkenalkan Panjiu AL128 Supernode Server. Sistem ini mengintegrasikan 128 akselerator AI dalam satu rak fisik.

Alibaba juga menonjolkan kapasitas transfer data berskala petabyte-per-detik pada server tersebut. Skala seperti ini dibutuhkan saat model AI besar dijalankan atau dilatih secara stabil dalam volume data yang sangat besar.

Posisi server ini jelas diarahkan sebagai fondasi bagi pertumbuhan AI Agent. Agen AI memerlukan lingkungan komputasi yang cepat, stabil, dan mampu menjaga koordinasi antarproses tetap lancar.

T-Head memperkuat sisi chip

Di level perangkat keras, Alibaba juga bergerak lewat anak usahanya, T-Head. Perusahaan itu meluncurkan prosesor AI Zhenwu M890 yang diklaim menawarkan performa tiga kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Chip ini dibekali memori GPU 144 GB dan bandwidth antar-chip 800 GB per detik. Kombinasi tersebut ditujukan untuk beban kerja yang membutuhkan retensi konteks besar, kecepatan tinggi, dan efisiensi biaya.

Alibaba juga menyebut Zhenwu M890 memiliki dukungan native untuk berbagai format presisi data. Fitur ini penting untuk koordinasi multi-agen yang menuntut pemrosesan cepat sekaligus hemat sumber daya.

Sudah masuk pasar dan dipakai industri

T-Head mengatakan telah mengirimkan lebih dari 560.000 unit chip Zhenwu kepada lebih dari 400 pelanggan. Penggunaannya tersebar di berbagai sektor, termasuk otomotif dan layanan keuangan.

Angka itu menunjukkan bahwa pengembangan chip Alibaba tidak berhenti di tahap pengumuman. Produk tersebut sudah dipakai oleh industri yang memang membutuhkan komputasi tinggi dalam skala besar.

Sebaran pelanggan yang luas juga memperlihatkan bahwa strategi AI Alibaba menyentuh kebutuhan lintas sektor. Hal itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital yang ingin menjawab permintaan transformasi AI secara menyeluruh.

Arah full-stack untuk AI agentic

Rangkaian pembaruan ini memperlihatkan ambisi Alibaba untuk menyatukan model AI, server, dan chip dalam satu ekosistem yang saling melengkapi. Pendekatan full-stack seperti ini mengurangi ketergantungan pada satu lapisan teknologi saja.

Qwen3.7-Max akan segera tersedia bagi pengembang global melalui platform Model Studio. Sementara itu, Panjiu AL128 mulai disediakan untuk pasar Tiongkok guna mengimbangi lonjakan permintaan beban kerja AI di berbagai industri.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version