Pelantar.id – Jejak-jejak sejarah di Kota Batam kembali ditemukan. Kali ini, Disbudpar melihat tugu perbatasan wilayah saat Batam menjadi kota administratif yang masih kokoh berdiri hingga saat ini.

Pada tugu tersebut tertulis ‘Anda Memasuki Batam-Barat’

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Muhammad Zen, mengatakan, Batam dulunya merupakan Kota Administratif.

Wilayahnya kata dia, mencakup 3 Kecamatan. Yaitu Kecamatan Belakang Padang, Kecamatan Batam Barat dan Kecamatan Batam Timur. Batas wilayah tersebut ditandai dengan adanya tugu yang berlokasi di Sungai Ladi, Sekupang.

Kondisi tugu tersebut dalam kondisi baik, hanya saja catnya sudah memudar dan sekitarnya terdapat tanaman liar.

“Gambaran tugunya sepertinya berwarna kuning, bangunannya masih kokoh,” katanya, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :   Setelah 23 Tahun Hidup di Karimun, Warga Myanmar Ditangkap Imigrasi

Zen mengatakan tugu tersebut bertuliskan”Anda memasuki Kecamatan Batam Barat” dan dibaliknya “Anda memasuki Kecamatan Batam Timur” menggunakan huruf kapital. Diperkirakan tugu ini dibangun tahun 1980an .

Rencananya, tugu ini rencananya setelah melalui kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya ( TACB ) Kota Batam dan seizin pihak pihak terkait akan diletakkan di Museum Batam Raja Ali Haji, karena mengandung sejarah Batam zaman dahulu. “Harus dikaji dulu, dalam arti tehnik memindahkannya. Harus bekerjasama dengan OPD lain,” terangnya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan melihat dan survei tugu bersejarah salah satu kegiatan yang ada di Disbudpar Kota Batam. Disbudpar berencana akan memindahkan tugu ini ke Museum Batam Raja Ali Haji sebagai upaya melindungi cagar budaya Kota Batam.

Baca Juga :   Pemkab Karimun Hemat Rp100 Miliar dari Absensi Elektronik

“Bisa jadi tugu batas wilayah ini nantinya bersebelahan dengan cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works,” ucapnya.

Sebagai informasi, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Isi dari museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.