pelantar.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) akan memperketat pengawasan keamanan di jalur pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di wilayah ini, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Polisi akan meningkatkan patroli perairan, terutama di jalur-jalur laut yang selama ini kerap digunakan untuk pemulangan TKI dari negara Malaysia.

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, pengetatan pengawasan penting dilakukan mengingat sebentar lagi akan masuk bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Biasanya, jelang puasa dan Lebaran, jumlah kepulangan TKI akan meningkat melalui perairan Batam dan Kepri umumnya, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing,” katanya di Batam dilansir Antara, kemarin.

Baca Juga :   Batam Surganya Para Penikmat Joran Melengkung

Menurut Erlangga, kepulangan TKI ada yang melalui jalur resmi, dan ilegal melalui jalur pelabuhan tak resmi lantaran tak punya dokumen lengkap.

Meski demkian, Polda Kepri tetap akan memberi pengamanan kepada para TKI yang melalui jalur ilegal. Polisi dan aparat berwenang lainnya sudah beberapa kali menyelamatkan kapal pengangkut TKI ilegal yang mengalami kecelakaan laut.

Polda Kepri, kata dia, akan bekerja sama dengan instansi terkait yang bertanggung jawab pada TKI seperti Badan Nasional Pengawasan dan Penempatan TKI dan imigrasi.

Sementara itu, Polresta Barelang mengamankan 9 orang yang diduga sindikat pemulangan TKI melalui jalur ilegal.

Sindikat itu diungkap setelah aparat kepolisian memergoki kepulangan puluhan TKI di sekitar Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis (3/5) dini hari. Kabarnya, seluruh TKI diturunkan di tepi laut untuk berjalan kaki ke daratan, demi menghindari aparat keamanan.

Baca Juga :   Pemberitaan Terkait Perempuan di Media Massa Hanya 10 Persen, Mengapa Rendah?

Sebelumnya, aparat kepolisian juga menyelamatkan 101 TKI yang kapalnya terombang-ambing kehabisan bahan bakar, ketika hendak pulang ke Tanah Air melalui jalur ilegal.

Kebanyakan TKI itu tidak memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap sehingga memilih pulang ke Indonesia melalui jalur ilegal dari Johor, Malaysia.

Para pekerja asal berbagai daerah di Indonesia itu membayar sekitar 1.000 hingga 1.500 ringgit Malaysia untuk bisa sampai selamat di Tanah Air.

Editor: Yuri B Trisna