pelantar.id – Kredibiltas lini depan Liverpool akan dipertaruhkan malam ini di Stadion Olympico, Roma saat bertandang di kandang i Giallorossi AS Roma, di hadapan ribuan pendukungnya. Seperti kita ingat bahwa Roma dengan gigih membalikkan keadaan di fase perempat final UCL melawan Barcelona. Mereka mampu come back 3-0 di Olympico setelah leg pertama ditekuk 4-1 di Camp Nou.

Roma punya banyak cara untuk membalikkan keadaan, sebaliknya The Reds juga punya banyak cara agar mempertahankan surplus golnya. Pada laga ini semua mata pasti tertuju kepada sosok Mohamed Salah eks punggawa Roma yang kembali ke markas lamanya setelah di leg pertama menjadi kunci kemenangan AS Roma.

Pastinya Roma akan punya cara menghentikan Salah, namun Liverpool bukan hanya Salah. Mengingat trio lini depannya Mane-Firmino-Salah adalah trio tertajam di Eropa saat ini, di UCL mereka sudah mengemas 28 Gol dari 38 gol Liverpool dalam satu musim Liga Champions.

Baca Juga :   Gerd, Penyakit Mirip Maag yang Perlu Diwaspadai

Mengingat tampil di hadapan fans sendiri tentunya Roma punya semangat berkali-kali lipat dibanding saat harus bertandang di Anfield Stadium dan membuktikan sendiri keangkeran homebase Liverpool tersebut. Ini menjadi modal bagi AS Roma di leg kedua. Pelatih AS Roma Eusebio Di Fransesco pun sangat optimistis anak asuhnya dapat mengulangi moment come back seperti saat lawan Barcelona.

“Saya ingin meniru pertandingan melawan Barcelona,” ujar Di Fransesco seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

Baca Juga : Liverpool Siap Lukai Madrid di Final

Di Fransesco paham, di pertemuan pertama, pasukannya banyak melakukan kesalahan dan tidak siap di fisik menghadapi pola permainan khas Inggris dan gegenpressing ala Klopp.

Baca Juga :   Awas, Sebarkan Tulisan Berbau Terorisme Bisa Dipidana

“Untuk melawan rival seperti Liverpool, kami perlu meningkatkan fisik, sikap dan pendekatan permainan untuk mencetak gol sedini mungkin. Ini tidak akan mudah, namun tugas kami adalah mempercayainya. Terima kasih untuk gairah para fans, kami memiliki mereka di belakang kami, jadi kami memiliki tujuan untuk melakukan keajaiban lagi,” katanya.

Sejarah Indah Liverpool di UCL

Di kubu Liverpool, Jurgen Klopp berharap pasukannya berjuang habis-habisan dan tidak terbuai akan sejarah manis ketika memenangi European Cup pada musim 1983-84 ketika mengalahkan Roma di final dan meraih gelar secara dramatis di Final Turki tahun 2005.

“Kami ingin mencapai final. Saya pikir kami layak berada di sini,” ujar Klopp.

Jelas, Klopp tidak akan parkir bus, bukan naluri Klopp bermain bertahan untuk mempertahankan kemenangan. Ia termasuk penganut filosofi “pertahanan terbaik adalah menyerang”. Ia akan memaksimalkan semua peluang meraih ball possesion untuk mendapatkan kesempatan menambah gol. Sama seperti yang dilakukan Liverpool saat melawan tim senegaranya Manchester City di Etihad Stadium. Jadi, siapa yang akan melawan Madrid di fimal, mari kita saksikan laganya…

Baca Juga :   Pengusaha Minta Rangkap Jabatan Kepala BP Batam Ditunda

Baca Juga : Liverpool Tantang Madrid di Final Liga Champions

Prediksi susunan pemain :

AS Roma: Alisson Becker; Alessandro Florenzi, Kostas Manolas, Federico Fazio; Aleksandar Kolarov; Radja Nainggolan, Daniele De Rossi, Lorenzo Pellegrini; Patrick Schick, Edin Džeko, Stephan El Shaarawy

Liverpool: Loris Karius; Trent Alexander-Arnold, Dejan Lovren, Virgil Van Dijk, Andy Robertson; Georgio Wijnaldum, Jordan Henderson, James Milner; Mohamed Salah, Roerto Firmino, Sadio Mané

Editor: Tama