ASUS ExpertBook Ultra Cuma 1,09 Kg, Tapi Tenaganya Bikin Laptop Bisnis Lain Minder

ASUS ExpertBook Ultra mencoba menawarkan hal yang jarang muncul di kelas laptop bisnis: bobot sekitar 1,09 kg, bodi setebal 1,09 cm, tetapi performa yang diarahkan mendekati laptop gaming. Di atas kertas, kombinasi itu membuat perangkat ini terlihat seperti alat kerja mobile yang tidak mau kompromi pada tenaga.

Yang paling menarik justru ada pada cara ASUS membungkusnya. Warna Morn Grey memberi kesan tenang dan profesional, sementara bodinya memakai material Aerospace Grade AZ31B Magnesium Alloy yang diproses CNC agar tetap terasa kokoh meski sangat ringan. Permukaan laptop ini juga dilapisi Nano Ceramic Coating yang diklaim punya tingkat kekerasan hingga 9H dan lima kali lebih tahan gores dibanding standar industri laptop pada umumnya.

ASUS tampaknya sengaja menghindari tampilan yang terlalu mencolok. Logo “ExpertBook” di cover belakang tidak dibuat menonjol, sehingga tampilannya lebih rapi dan low-profile untuk lingkungan kerja modern. Hasilnya, laptop ini tidak sekadar tipis, tetapi juga terlihat lebih elegan saat dibawa ke ruang rapat atau dipakai kerja mobile.

Performa yang jauh di atas kelas bisnis biasa

Di bagian dapur pacu, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan Intel Core Ultra X7 358H dari lini Panther Lake. Prosesor ini disebut masuk ke era Angstrom dengan kepadatan transistor yang lebih tinggi dan efisiensi daya yang sangat baik.

Hasil pengujian yang ditunjukkan juga tidak main-main. Dalam Cinebench R23, laptop ini mencatat skor Multi-Core 19.188 dan Single-Core 2.085, sementara performa Multi-Core disebut meningkat sekitar 80 persen dibanding seri Lunar Lake.

Kemampuan itu membuat ExpertBook Ultra tidak hanya relevan untuk pekerjaan kantor harian. ASUS menyebut perangkat ini juga sanggup menangani simulasi berat seperti ANSYS CFD berkat bandwidth memori yang besar, jadi fokusnya memang bukan sekadar tipis dan ringan.

Grafis dan layar ikut dibawa serius

Sisi grafisnya juga ikut dibuat agresif untuk ukuran laptop bisnis. Intel Arc B390 berbasis arsitektur Battlemage dipasang sebagai pengolah grafis utama, dan ASUS menampilkan skor 3DMark TimeSpy sebesar 7.134 poin.

Di ranah penggunaan yang lebih dekat ke pengalaman nyata, ASUS menyebut Cyberpunk 2077 bisa berjalan hingga 155 FPS pada setting XeSS Balanced. Angka itu membuat karakter ExpertBook Ultra terasa mendekati perangkat berperforma tinggi, bukan sekadar laptop kerja yang kebetulan punya grafis terpisah.

Untuk tampilan, perangkat ini memakai panel 14 inci 3K Tandem OLED. Teknologi Tandem OLED menumpuk dua lapisan emisi cahaya agar bisa menghasilkan kecerahan hingga 1400 nits HDR, sekaligus diklaim 40 persen lebih hemat daya.

Layar tersebut juga dilapisi Corning Gorilla Glass Matte. Lapisan ini disebut mampu mengurangi silau hingga 80 persen, sehingga lebih nyaman dipakai bekerja di luar ruangan atau di bawah cahaya matahari langsung.

Spesifikasi utama ASUS ExpertBook Ultra

Komponen Spesifikasi
Prosesor Intel Core Ultra X7-358H (Panther Lake)
RAM 64 GB LPDDR5x, 8533 MT/s (Unified Memory)
Grafis Intel Arc B390 (Battlemage)
Layar 14″ 3K Tandem OLED, 1400 nits HDR, 120Hz
Penyimpanan 2 TB M.2 PCIe 5.0 SSD
Baterai 70Wh, hingga 23 jam

Tetap lengkap untuk kerja yang sering berpindah tempat

Meski bodinya sangat tipis, ASUS tidak memangkas konektivitas penting. Dua port Thunderbolt 4, HDMI 2.1 full size, dan dukungan Wi-Fi 7 tetap disediakan untuk kebutuhan kerja yang fleksibel.

ASUS juga menyematkan teknologi Laser Direct Structuring untuk membantu efisiensi sinyal nirkabel. Untuk mobilitas, kombinasi ini membuat laptop tetap terasa lengkap tanpa harus mengorbankan desain rampingnya.

Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual lain yang tidak kalah penting. Baterai 70Wh diklaim mampu bertahan hingga 23 jam dalam pengujian produktivitas, sehingga ExpertBook Ultra memang dirancang untuk menemani aktivitas kerja seharian tanpa terlalu bergantung pada charger.

Source: pemmzchannel.com
Exit mobile version