pelantar.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun tidak bisa langsung mencoret nama Rafiq Anggreawan, bakal calon legislatif Partai Demokrat yang sedang terjerat masalah hukum. Meski sudah menjadi tersangka dan ditahan di Polsek Urban Tanjungbalai atas kasus penggelapan, KPU masih menunggu putusan tetap pengadilan.

Rafiq Anggreawan saat ini tercatat sebagai Bacaleg Demokrat untuk DPRD Karimun. Ia dicalonkan untuk maju pada daerah pemilihan I (Karimun-Buru) dan berada di nomor urut 4.

Baca Juga : Gelapkan Motor Teman, Bacaleg Demokrat Ditangkap

“Kita jangan ke surat suara dulu ya, ini kan sekarang kita masih dalam tahapan Daftar Calon Sementara (DCS), dan akan menuju ke Daftar Calon Tetap (DCT). Jadi kalau orang itu statusnya masih tersangka bahkan terdakwa, kalau belum ada kekuatan hukum tetap, maka proses KPU tetap jalan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko, Kamis sore (6/9).

Baca Juga :   Festival Pulau Penyengat Dimulai, Upaya Melestarikan Tradisi di Tanah Kepri

Eko mengatakan, saat ini tahapan yang dilakukan oleh KPU masih DCS dan baru akan ditetapkan jadi DCT. Setelah itu baru masuk ke tahap pembahasan surat suara.

“Selagi belum ada kekuatan hukum tetap atau incrach, KPU jalan terus. Artinya namanya tetap dimasukkan. Tapi nanti, umpamanya setelah DCT keputusan hukumnya sudah incrach, maka kami akan keluarkan namanya dari DCT,” tegasnya.

Jika nantinya nama Rafiq dicoret dari DCT, dan partai tidak dibenarkan untuk menyodorkan nama baru pengganti, maka kolom pada posisi nomor urut 4 dari Partai Demokrat di Dapil Karimun-Buru bakalan kosong.

“Kalau incrach-nya sekarang masih bisa diganti. Tapi kan saat ini proses hukumnya belum selesai. Masih tersangka, belum final. Kalau pengurus partai mau langsunh menggantikan nama Rafiq Anggreawan dari DCS juga tidak bisa. Dasarnya apa kalau mau diganti, kan proses hukumnya belum tetap,” kata dia.

Baca Juga :   Wali Kota Batam: Jangan Pernah Menyerah...

Eko mengatakan, proses penggantian nama bacaleg yang menjadi tersangka tidak dapat dilakukan cepat. Bisa saja dalam persidangan diputuskan Bacaleg tersebut bebas, atau jika bersalah dia mengajukan banding.

“Kata-kata incrach harus dipegang sebagai kunci, karena itu nasib seseorang. Jadi kalau masih tersangka dan terdakwa, dan belum putus, ya KPU jalan terus. Yang pastinya kalau sudah incrach maka akan dikeluarkan dari DCT,” katanya.

KPU juga akan menanyakan kepada pengadilan mengenai status bacaleg yang menjadi tersangka itu, dengan meminta salinan putusan pengadilan negeri.

Diberitakan sebelumya, Rafiq Anggreawan (34), ditangkap jajaran Polsek Urban Tanjungbalai, Sabtu (1/9). Ia sudah ditahan dengan tuduhan melakukan penggelapan terhadap sepeda motor milik Bon Yanuar, temannya pada Desember 2017. Rafiq dilaporkan ke polisi Juli 2018.

Baca Juga :   Sabu 3 Kilogram dari Malaysia Akan Diedarkan di Karimun

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna