Pelantar.id – Pernahkah Anda menggunakan aplikasi memalsukan atau mengganti wajah? Seperti filter yang mengubah wajah dari tua menjadi muda atau dari muda menjadi tua.

Teknologi mengubah wajah ini diistilahkan secara sederhana sebagai deepfake. Teknologi ini lebih banyak digunakan dalam bentuk video.

Intinya, Deepfake adalah video palsu yang dibuat dengan deep learning dan menjadi bagian dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Istilah deepfake bermula dari istilah yang digunakan oleh pengguna Reddit. Pada Desember 2017, Ia menggunakan teknologi AI untuk menempelkan wajah selebritas ke klip video porno.

Para pakar teknologi mengatakan bahwa penggunaan deepfake dalam konteks ini masih perlu dipelajari secara mendalam karena deepfake punya cakupan yang luas, memuat metode swap wajah, deepfake audio (menyalin suara seseorang), re-enactment wajah (memetakan target wajah), dan deepfake lips -synching (video buatan seseorang yang berbicara dari audio dan rekaman wajah mereka).

Baca Juga :   YouTube Hentikan Fitur Share Otomatis ke Twitter dan Google+

Positif dan Negatif AI

Mengubah wajah menggunakan berbagai filter deepake itu sepertinya menyenangkan banyak orang. Dengan bantuan kemajuan teknologi AI yang terus berkembang, di satu sisi cenderung mengkhawatirkan.

Ketakutan deepfake lebih mengarah pada penggunaan dengan tujuan negatif, seperti propaganda, menipu, dan memudahkan penyebaran berita palsu. Apalagi teknologi ini mudah digunakan oleh orang yang tak ahli sekalipun dengan aplikasi yang beredar.

Deepfake yang digunakan di internet yang menampilkan selebriti dan politisi cenderung mengkhawatirkan public figure sendiri. Mereka rentan menjadi korban.

“Deepfakes dapat dibuat oleh siapa saja dengan komputer, akses internet, dan keinginan dalam mempengaruhi pemilihan,” kata John Villasenor, profesor di UCLA yang fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan keamanan siber seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (7/2/2020.

Baca Juga :   BPOM Buka Lowongan CPNS

Namun, sebaliknya teknologi ini sudah biasa digunakan dalam dunia perfilman. Seperti proses Digital de-aging yang pernah dilakukan di film Captain Marvel.

Di mana Samuel L. Jackson dan Clark Gregg dibuat dengan wajah lebih muda dari pada umur aslinya.

Di industri game juga dimasuki teknologi ini yang memungkinkan pemain untuk membuat avatar khusus dengan wajah mereka sendiri.

Cara Terhindar dari Tipuan Video Deepfake

Sebagai masyarakat yang dekat dengan teknologi, ada baiknya kita tetap kritis dengan informasi yang diterima terutama video yang beredar. Kita harus bisa membedakan apakah informasi tersebut adalah berita yang layak dipercaya atau sebaliknya hanya rancangan hoaks belaka.

Dikutip dari BBC, 7 Februari 2020, untuk terhindar dari tipuan video palsu (deepfake), pengguna media sosial seharusnya tidak langsung percaya dengan video viral yang beredar, terutama yang dirancang fantastis, sensasional dan membuat kemarahan.

Baca Juga :   Pendaftaran Bacaleg di Batam Masih Senyap

Mungkin kita perlu sedikit skeptis pada konten video tertentu, minimal menghindarkan kita dari jebakan hoaks.

Sebelum memposting ulang sesuatu di media sosial, coba periksa kembali keaslian informasi, minimal mengurangi penyebaran konten palsu, baik video maupun artikel berita.

BBC, The Verge