pelantar.id Bantuan kemanusiaan dari Kepulauan Riau untuk korban bencana alam  di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dikirim menggunakan kapal perang KRI Teluk Bintuni-520. Kapal yang membawa bantuan itu diperkirakan tiba di lokasi pada Kamis (18/10).

Bantuan tersebut berasal dari posko peduli bencana alam  Kepri yang berada di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV, Komando Resort Militer (Korem) 033 Wira Pratama dan Pemerintah Propinsi Kepri. Kapal bertolak dari Dermaga TNI Angkatan Laut Tanjung Uban, Mentigi, Kabupaten Bintan, Kepri.

“Kalau tidak ada halangan bantuan bahan kontak ini tiba di Sulteng diprediksi, Kamis (18/10/2018) karena diperkirakan perjalanan normal memakan waktu lima hingga enam hari ke depan,” kata Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Sabtu (13/10).

Baca Juga :   Terlanjur Beli HP BM, agar Tidak Terblokir Ikuti Aturan Imei Berikut

Bahan makanan tersebut di antaranya beras sebanyak 6 ton dan 151 karung, air mineral 314 dus, biskuit 139 dus, minyak goreng 25 dus, pakaian layak pakai 629 koli, peralatan mandi 1 dus, mie instan 3127, teh 14 dus, susu 7 dus, karpet dan tikar 2 buah, sembako 221 dus serta selimut 100 buah.

“Barang-barang bahan pokok ini merupakan bantuan dari masyarakat Kepri dan TNI/Polri,” kata Eko.

Eko berharap semua elemen masyarakat untuk mendoakan seluruh korban bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng agar tabah dan berserah diri kepada Tuhan atas apa yang terjadi.

“Mari kita doakan bersama untuk saudara-saudara kita di Sulteng, yaitu di kota Palu, Donggala dan Sigi, yang terkena musibah bencana. Kita juga berdoa kepada rekan-rekan kita relawan TNI dan Polri yang sedang berjuang merelokasi dan mengevakuasi para korban ataupun yang sedang bertugas melaksanakan operasi kemanusiaan korban gempa agar selalu diberikan kemudahan dan keselamatan,” ujarnya.

Baca Juga :   Achmad Yurianto, Juru Bicara Covid-19 Diganti

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan sedang menangis karena bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah. Tapi di sisi lain, kejadian tersebut juga menyatukan anak negeri. Seluruh  masyarakat bersatu, hadir merasakan dengan bahu membahu untuk menggalang bantuan bagi para korban bencana alam.

“Apa yang dirasakan oleh saudara kita itulah tangisan kita bersama. Oleh karena itu kita doakan supaya seluruh korban diberikan kekuatan dan kesabaran pasti didalam kesulitan ada rahasia Tuhan bagi mereka yang tabah,” katanya.

Baca Juga :

Nurdin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan kembali semangat mereka demi membangun negeri tercinta ini.

Baca Juga :   Liburan di Batam? Intip 5 Rekomendasi Wisata Berikut

“Gerakan cepat seluruh elemen masyarakat, TNI dan Polri serta pemda, sehingga hari ini bantuan dapat disalurkan merupakan hal yang sangat luar biasa, dan mudah-mudahan apa yang diberikan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” katanya.

Sebagaimana diketahui bencana alam ini terjadi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu telah menimbulkan korban, baik korban jiwa maupun harta benda. Menurut informasi dari BNPB, sebanyak 2.045 korban meninggal dunia, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sumber :  kompas.com