pelantar.id – Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia juga terjadi di Kota Batam. Sepanjang Januari 2019, tercatat sudah 89 warga Batam yang positif diserang penyakit mematikan itu.

“Hari ini ada 34 orang. Totalnya sudah 89 orang dinyatakan positif DBD pada bulan Januari 2019,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi saat fogging di Perumahan Legenda Malaka, Kecamatan Batam Kota, Kamis (31/1/19).

Didi mengatakan, pihaknya sudah melakukan 60 kali pengasapan (fogging) di beberapa kawasan yang dianggap rentan DBD. Fogging khusus di perumahan Legenda Malaka Blok D lantaran sudah ditemukan satu pasien positif DBD, dari tiga orang yang dilaporkan terindikasi.

Selain Legenda Malaka, fogging di hari terakhir Januari juga dilaksanakan di Kampung Nelayan Tanjunguma Kecamatan Lubukbaja, dan Tanjungbuntung Kecamatan Bengkong.

Catatan Dinkes Batam, tahun 2018 ada 647 pasien yang positif DBD. Itu termasuk yang dari luar Batam dan alamat tak diketahui. Khusus warga Batam saja 639 orang, dan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga :   Mendag Enggartiasto Cerita Sering Ditekan Gubernur Kepri

Menurut Didi setiap kali fogging, Dinas Kesehatan menurunkan empat tim ke lokasi. Sesuai ketentuan, fogging dilakukan dengan radius 100 meter dari rumah pasien.

Sanitarian Puskesmas Baloi Permai, Nuraini menambahkan, sepanjang Januari 2019 ada 13 pasien yang positif DBD. Pasien berasal dari lima kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Baloi Permai.

Lima kelurahan itu adalah, Kelurahan Baloi Permai, Taman Baloi, Teluk Tering, Sei Panas, dan Sukajadi. Menurut Nuraini,
sebelum fogging biasanya terlebih dulu dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya penderita, indikasi penularan, ada jentik nyamuk atau tidak, apakah ada warga lain yang demam sebelum dan sesudah penderita. Selain itu juga untuk melihat apakah pasien ini sebelumnya ada dari daerah lain atau tidak.

Baca Juga :   Apple dan Singapura Bermitra untuk Insiatif Penggunaan Apple Watch Bagi Warganya

“Kalau baru datang dari daerah lain, bisa jadi kenanya tidak di sini, jadi fogging-nya tidak di sini,” katanya seperti dikutip mediacenter.batam.go.id, Jumat (1/2/19).

Jaga Kebersihan Lingkungan

Didi Kusmarjadi meminta warga agar selalu mewaspadai serangan nyamuk Aedes aegypti dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu penting untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD tersebut.

Menurutnya, seluruh kader kesehatan di Batam sudah menjalankan berbagai kegiatan pencegahan DBD. Di antaranya, memantau jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air atau titik tergenangnya air seperti bak mandi, pot bunga, dispenser, bak mandi, dan tempat-tempat lainnya yang dianggap bisa menjadi sarang nyamuk.

”Kami juga sudah punya program satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik). Program ini juga untuk mencegah nyamuk penyebab DBD berkembang,” kata dia.

Pelaksanaan fogging di kawasan Legenda Malaka, Batam Kota, Kamis (31/1/19). (Istimewa)

Ia berharap seluruh elemen masyarakat di Batam ikut waspada dan berpartisipasi mencegah penyebaran penyakit DBD. Caranya cukup dengan membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga :   Menkominfo Matangkan Rencana Pembangunan Pusat Data di Batam

Menurut Didi, langkah yang paling bagus untuk membunuh nyamuk penyebab DBD adalah dengan melakukan gerakan 4M plus yakni menguras, mengubur, menutup, memantau, dan plus menghindari gigitan nyamuk dengan mengunakan pembasmi nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

Ia pun mengingatkan warga Batam agar mengenali ciri-ciri DBD. Gejala awal penyakit ini antara lain, nyeri di bagian punggung, sendi, dan tulang. Kemudian hilang selera makan, kelelahan, mual, dan muncul bintik merah pada kulit.

”Jika ada orang yang merasakan gejala itu, sebaiknya segera periksakan ke petugas kesehatan agar cepat mendapat penangananan,” pungkasnya.

*****