Volla Phone Plinius langsung menonjol bukan karena mengejar spesifikasi paling ekstrem, melainkan karena membawa dua hal yang makin jarang ditemukan di ponsel modern: baterai yang bisa diganti dan pilihan sistem operasi yang tidak biasa. Di kelas menengah, kombinasi ini membuatnya terasa seperti perangkat yang sengaja dibuat untuk orang yang ingin sesuatu di luar pola umum pasar.
Ponsel ini juga membawa identitas “Made in Germany”, dengan harga mulai €598. Volla menempatkan Plinius sebagai alternatif bagi pembeli yang ingin perangkat yang lebih fleksibel, bukan sekadar ponsel biasa dengan desain tertutup rapat.
Pilihan sistem operasi yang tidak umum
Salah satu pembeda terbesar Plinius ada pada software. Volla menyediakan dua opsi sistem operasi, yaitu Volla OS berbasis Android dan Ubuntu Touch.
Kehadiran Ubuntu Touch membuat perangkat ini semakin berbeda dari ponsel arus utama. Pilihan tersebut memperluas target pengguna, terutama mereka yang ingin keluar dari ekosistem Android standar.
Dibuat lebih mudah dimodifikasi
Di sisi perangkat keras, Plinius mengusung pendekatan modular. Bagian baterai menjadi sorotan karena dirancang agar lebih mudah diganti dibanding banyak ponsel modern yang tertutup rapat.
Untuk varian Plus, Volla membawa pendekatan itu lebih jauh lagi. Model tersebut memakai panel belakang yang lebih kokoh dan sudah dilengkapi pogo pins, meski fungsi spesifik konektornya tidak dijelaskan lebih lanjut.
Dua varian, dua konfigurasi
Volla Phone Plinius sudah bisa dipesan lewat toko online pabrikan. Model standar dibekali RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB, dengan harga €598.
Sementara itu, Plinius Plus akan meluncur pada Juni 2026. Varian ini dijual €698 dan membawa RAM 12 GB, penyimpanan 256 GB, serta bodi belakang yang lebih tangguh.
Layar, performa, dan kamera
Di bagian depan, Volla memasang panel OLED 6,67 inci. Layarnya punya resolusi 2.400 x 1.080 piksel, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan 1.000 nits.
Sensor sidik jari juga sudah terintegrasi di dalam layar. Untuk dapur pacu, Volla memakai MediaTek Dimensity 7300 dan memasangkannya dengan konfigurasi memori yang berbeda antara model standar dan model Plus.
Di belakang, Plinius membawa kamera utama 64 MP dengan lensa f/1.79. Kamera itu ditemani kamera ultra-wide 8 MP dengan aperture f/2.2.
Fokus pada pasar terbatas
Label “Made in Germany” menjadi bagian penting dari identitas perangkat ini. Meski komponen kemungkinan besar tetap berasal dari impor, penekanannya ada pada perakitan atau produksi resmi di Jerman.
Saat ini, pengiriman Plinius hanya tersedia untuk wilayah Eropa dan Inggris. Batas distribusi itu membuat aksesnya belum terbuka luas, tetapi justru memperkuat posisinya sebagai ponsel yang memang tidak mengikuti arus pasar utama.
Source: www.notebookcheck.net




