Baterai Jumbo Dan Kamera Zeiss Bikin Vivo X300 Ultra Lebih Menggoda, S26 Ultra Tetap Punya Paket Lengkap

Di persaingan flagship ultra-premium, Vivo X300 Ultra dan Samsung Galaxy S26 Ultra sama-sama datang dengan target yang jelas, tetapi arah keduanya tidak sama. Vivo mendorong paket yang sangat kuat di kamera dan baterai, sementara Samsung mengandalkan keseimbangan fitur yang lebih matang untuk dipakai harian.

Perbedaan itu langsung terasa saat melihat nilai jual utamanya. Vivo tampil seperti perangkat yang sengaja dibangun untuk pengguna yang ingin hardware paling berani, sedangkan Samsung lebih menekankan kelengkapan, kenyamanan, dan umur pakai yang panjang.

Baterai dan pengisian jadi pembeda paling mencolok

Di sektor daya, Vivo X300 Ultra membawa baterai 6600mAh. Angka ini dipasangkan dengan pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel 40W, sehingga posisinya terlihat sangat agresif untuk pengguna berat.

Samsung Galaxy S26 Ultra masih hadir dengan baterai 5000mAh dan pengisian kabel 60W. Paket ini tetap solid, tetapi jika fokus utamanya adalah daya tahan dan kecepatan isi ulang, Vivo jelas punya modal lebih besar.

Perbedaan tersebut membuat Vivo terasa lebih meyakinkan untuk pemakaian intensif. Samsung tetap relevan, hanya saja pendekatannya lebih konservatif.

Kamera menjadi medan tempur utama

Vivo X300 Ultra memusatkan perhatian pada fotografi. Ponsel ini membawa sensor utama 200MP, kamera periskop berukuran besar, optik Zeiss, dan dukungan lensa zoom eksternal opsional.

Sektor videonya juga dibuat serius dengan perekaman Dolby Vision dan video 10-bit. Di bagian depan, ada kamera selfie 50MP dengan autofokus yang sanggup merekam 4K60, membuatnya makin menarik untuk kreator konten.

Samsung Galaxy S26 Ultra tetap mengandalkan konfigurasi quad-camera yang serbaguna. Hasil gambar, stabilisasi, dan konsistensi tone warna jadi kekuatan utamanya, sementara kamera depan 12MP dipakai untuk hasil yang natural dan stabil.

Layar dan desain memberi karakter yang berbeda

Vivo X300 Ultra memakai panel LTPO AMOLED 6,82 inci dengan refresh rate 144Hz. Dukungan Dolby Vision, HDR10+, dan PWM dimming tinggi membuatnya terasa sangat cocok untuk gaming dan konsumsi media.

Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 2X yang lebih besar. Fokusnya ada pada kecerahan, lapisan anti-pantul, dan keseimbangan warna yang tetap nyaman saat dipakai di luar ruangan.

Dari sisi desain, Vivo tampil lebih mencolok karena modul kamera belakangnya besar, ditambah branding Zeiss serta kombinasi kaca dan aluminium. Samsung justru terlihat lebih profesional berkat Gorilla Armor 2, rangka Armor Aluminum, dan kehadiran S Pen.

Performa sama, arah optimasinya berbeda

Keduanya ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan grafis Adreno 840. Artinya, dua perangkat ini sama-sama masuk kelas flagship untuk gaming, multitasking, dan beban kerja AI.

Vivo mendorong performa lewat tuning yang berorientasi kecepatan. Hasilnya, perangkat ini terasa sangat cepat saat dipakai dalam kondisi intensif.

Samsung mengambil jalur yang lebih seimbang lewat optimasi One UI 8.5. Di sisi ini, dukungan tujuh peningkatan Android utama ikut memperkuat daya tariknya bagi pengguna yang memikirkan pemakaian jangka panjang.

Harga ikut menentukan rasa “masuk akal”

Vivo X300 Ultra dibanderol sekitar $1500 atau sekitar Rp 1.600.000. Samsung Galaxy S26 Ultra berada di sekitar $1300 atau hampir Rp 1.400.000.

Selisih harga itu membuat Samsung terlihat lebih mudah dibenarkan bagi sebagian besar pembeli. Nilainya juga terasa lebih luas karena menggabungkan S Pen, DeX, dukungan perangkat lunak yang lebih lama, dan ekosistem yang lebih kuat.

Vivo tetap menarik, tetapi daya tariknya lebih tajam ke kelompok pengguna yang memprioritaskan kamera mutakhir, baterai besar, dan pengisian cepat. Samsung menawarkan paket yang lebih lebar untuk produktivitas, hiburan, dan pemakaian harian yang lebih aman.

Source: telset.id
Exit mobile version