Joshua Kimmich menilai laga Bayern Munchen melawan Paris Saint-Germain di Paris berjalan jauh lebih kacau dari perkiraan. Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions itu berakhir 4-5 untuk PSG, dan hasil tersebut meninggalkan rasa kecewa karena Bayern sempat berada dalam posisi yang lebih baik.
Skor yang terus bergerak membuat duel ini sulit dikendalikan oleh kedua tim. Bayern tetap punya momen untuk bangkit, tetapi celah di lini belakang dan kesalahan saat membangun serangan membuat mereka membayar mahal setiap kehilangan fokus.
Bayern sempat memegang kendali di awal
Kimmich mengatakan Bayern tampil cukup solid pada 15 hingga 20 menit pertama. Pada periode itu, Bayern disebut punya kontrol permainan dan peluang untuk menambah keunggulan lebih cepat.
Masalahnya, Bayern gagal memanfaatkan momentum saat sedang dominan. Kimmich menilai gol kedua jadi hal yang sangat penting, tetapi justru situasi yang seharusnya bisa dimaksimalkan malah memberi PSG ruang untuk kembali masuk ke pertandingan.
“Sejujurnya, saya merasa kami lebih baik dalam 15 hingga 20 menit awal dan kami perlu mencetak gol kedua,” ujar Kimmich. Ia juga menyoroti kesalahan-kesalahan dalam fase membangun serangan yang membuat lawan kembali percaya diri.
Laga berjalan lebih liar dari bayangan
Sebelum laga dimulai, Kimmich memang sudah memperkirakan duel ini akan berlangsung cepat dan intens. Namun, ia tidak membayangkan pertandingan bisa terbuka seperti itu sampai menghasilkan sembilan gol.
Situasi di lapangan membuat pertandingan berjalan seperti adu respons tanpa henti. Bayern sempat tertinggal tiga gol, tetapi mereka masih mampu memberi tekanan dan menolak menyerah begitu saja di fase berikutnya.
“Saya pikir seperti prediksi pertandingan ini akan berjalan cepat, tapi saya tidak menyangka akan berjalan seterbuka ini,” kata Kimmich. Dari sisi permainan, kondisi itu menunjukkan kedua tim sama-sama punya ancaman besar, meski Bayern akhirnya harus pulang dengan kekecewaan.
Ada reaksi, tapi tidak cukup mengubah hasil
Meski tertinggal jauh, Kimmich tetap melihat ada sisi positif dari respons Bayern. Menurut dia, timnya masih percaya bisa menyamakan kedudukan meski situasinya sangat sulit.
“Kami sempat tertinggal tiga gol, tapi bisa bangkit, dan merasa bisa menyamakan skor,” ucap pemain tim nasional Jerman itu. Sikap itu dianggap sebagai tanda bahwa Bayern masih punya karakter untuk terus bertarung sampai akhir.
Menjelang laga berakhir, Kimmich juga melihat PSG mulai kehilangan tenaga. Ia menyebut ada pemain lawan yang mengalami kram dan mencoba mengulur waktu demi menjaga keunggulan mereka.
Masalah lama Bayern kembali muncul
Di balik skor yang tinggi, Kimmich kembali menyoroti satu persoalan yang terasa berulang. Bayern lagi-lagi kebobolan dari bola mati, sesuatu yang menurutnya tidak boleh terus terjadi di level setinggi semifinal Liga Champions.
“Setelahnya, mereka bermain lebih baik dan sangat menyebalkan karena kami kebobolan lewat bola mati lagi, kami tidak bisa membiarkan itu terus terjadi,” kata Kimmich. Keluhan itu menegaskan bahwa Bayern masih punya kelemahan pada detail-detail kecil yang bisa menentukan arah pertandingan.
Kekalahan 4-5 di Paris memang masih menyisakan peluang, tetapi Bayern jelas harus memperbaiki banyak hal sebelum leg berikutnya. Efektivitas saat menyerang dan kerapian bertahan menjadi dua pekerjaan utama agar mereka tidak kembali terjebak dalam laga terbuka yang menguras mahal peluang di semifinal.





