Beban EV GM Menumpuk, Mary Barra Tetap Kantongi Hampir $30 Juta

Sorotan terhadap industri otomotif Detroit kembali mengarah ke satu hal yang sama: biaya besar dari strategi kendaraan listrik ternyata tidak menghentikan aliran bayaran jumbo bagi para eksekutif puncak. Di tengah tekanan keuangan itu, General Motors, Ford, dan Stellantis masih memberi paket kompensasi yang nilainya sangat tinggi kepada jajaran atas mereka.

Nama yang paling menonjol tetap Mary Barra. Di GM, total kompensasinya mencapai $29.9 million, naik 1.4 persen dari tahun sebelumnya, sementara perusahaan itu memperkirakan beban sekitar $7.9 billion terkait pengurangan belanja kendaraan listrik.

Barra tetap mendapat porsi besar dari saham

Barra sudah memimpin GM selama 12 tahun dan menerima gaji pokok $2.1 million. Bagian terbesar dari paket bayarannya bukan berasal dari gaji tetap, melainkan dari saham yang nilainya naik 11 persen menjadi $21.6 million.

Di sisi lain, bonus non-ekuitas Barra justru turun 26 persen menjadi sekitar $5 million. Susunan ini menunjukkan bahwa penurunan pada satu pos tidak otomatis membuat total kompensasi ikut turun, terutama ketika komponen saham bergerak lebih kuat.

Kondisi itu menjadi menarik karena terjadi saat GM sedang menyesuaikan strategi kendaraaan listrik dan harus menelan biaya besar. Meski begitu, total bayaran Barra tetap bertahan di level tinggi.

Bukan yang tertinggi di GM

Walau namanya paling sering disorot, Barra ternyata bukan eksekutif dengan bayaran tertinggi di GM pada periode itu. Posisi tersebut justru ditempati chief product officer Sterling Anderson.

Anderson menerima kompensasi senilai $40.3 million, dan sebagian besar berasal dari bonus perekrutan setelah GM menariknya dari Aurora Innovation. Aurora Innovation sendiri adalah perusahaan teknologi swakemudi yang ia dirikan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa GM tetap agresif berburu talenta teknologi. Di saat investasi kendaraan listrik belum menghasilkan laba sesuai harapan, perusahaan masih menaruh teknologi sebagai bagian penting dari arah jangka panjangnya.

Eksekutif GM lain tetap berada di level tinggi

Selain Barra dan Anderson, nama lain di jajaran atas GM juga mengantongi bayaran besar. Mark Reuss menerima $19.3 million, sedangkan gaji CFO Paul Jacobson naik 5.5 persen menjadi $13.8 million.

Angka-angka itu menegaskan bahwa kompensasi manajemen puncak GM masih sangat tinggi. Hal ini terjadi walau perusahaan sedang menghadapi penyesuaian besar di lini kendaraan listrik dan harus menanggung beban finansial yang tidak kecil.

Ford menyesuaikan bonus, lalu hasilnya berbeda

Ford mengambil jalan yang sedikit berbeda dalam mengatur penghargaan eksekutif. Perusahaan itu mencatat $19.5 billion dalam write-off saat menata ulang strategi kendaraan listrik, lalu mengubah ukuran bonus yang sebelumnya hanya terkait penjualan EV agar juga mencakup seluruh kendaraan listrik, termasuk hybrid.

Perubahan tersebut membantu Ford melampaui target penjualan elektrifikasi yang dijadikan dasar perhitungan insentif. Dari situ, CEO Jim Farley menerima kenaikan bayaran 11 persen menjadi $27.5 million.

Padahal Ford juga membukukan kerugian $8.2 billion, yang disebut sebagai yang terburuk sejak 2008. Seorang juru bicara Ford mengatakan kompensasi Farley mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan.

Juru bicara itu juga menyoroti return total pemegang saham sebesar 42 persen, termasuk dividen. Angka tersebut diklaim melampaui pasar dan para pesaing sesama produsen mobil.

Stellantis ikut menanggung biaya besar

Stellantis juga berada dalam tekanan akibat investasi kendaraan listrik yang terlalu agresif. Perusahaan itu mencatat beban $26.2 billion atas investasi EV yang berlebihan.

CEO Antonio Filosa menerima kompensasi total $6.37 million. Namun, angka itu belum merepresentasikan masa jabatan penuh karena Filosa hanya menjabat sebagai CEO selama paruh kedua tahun tersebut.

Selain menambah beban perusahaan, data itu menunjukkan bahwa transisi ke kendaraan listrik belum otomatis berujung pada hasil finansial yang cepat. Beban investasi yang besar tetap bisa muncul bersamaan dengan paket kompensasi eksekutif yang tidak kecil.

Pola besar dari tiga produsen Detroit

Jika dilihat bersama, GM, Ford, dan Stellantis sama-sama memperlihatkan pola yang serupa. Mereka menanggung write-down dan penyesuaian strategi dalam skala besar, tetapi sistem penghargaan untuk pimpinan tetap berjalan lewat ukuran lain seperti saham, bonus, target elektrifikasi yang diperluas, dan kinerja total pemegang saham.

Itu sebabnya, ketika perusahaan harus menelan biaya miliaran dolar dari langkah koreksi di sektor EV, para eksekutif puncaknya masih bisa mencatat bayaran tinggi dari gabungan gaji pokok, saham, bonus, dan insentif berbasis kinerja.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version