pelantar.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rahmadi menyatakan, ada belasan anak di daerah itu yang terdeteksi terkena campak dan rubela. Satu orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

Rahmadi mengatakan, pekan lalu pihaknya menemukan satu bayi di Kecamatan Meral yang menderita jantung bawaan dari lahir.

“Saat ditanyakan kepada ibunya, apakah pernah terkena sakit campak atau demam dan bercak-bercak merah, ibunya mengaku pernah sakit semasa hamil. Kami menduga ibunya terserang wabah rubela, sehingga berdampak pada anaknya yang sakit jantung sejak lahir,” ujar Rahmadi di Tanjungbalai Karimun, Jumat (5/10).

Dinas Kesehatan Karimun hingga kini belum melakukan pendataan jumlah penderita rubella, karena masih fokus pada pelaksanaan vaksin measles dan rubela (MR). Namun,  di tengah pelaksanaannya itu, petugas mendapati kasus anak terserang penyakit tersebut.

Baca Juga :   Wali Kota Ajak Telkomsel Dukung Pembangunan Batam

Baca Juga : Ratusan Anak di Kepri Terserang Rubella

Kasus anak terserang rubella juga ditemukan di Kecamatan Tebing, termasuk di pulau-pulau serta di Kecamatan Belat. Seorang balita dilaporkan menderita penyakit jantung bawaan sejak lahir.

“Kalau diperkirakan, ada lebih dari 10 kasus penderita rubela dan campak di Karimun tahun ini. Yang pasti, tahun 2016 kami pernah mengirimkan sampel ke pusat. Hasil akhir dari pemeriksaan itu ada 17 persen dinyatakan rubela dan 27 adalah campak, sisanya tidak ada indikasi campak maupun rubela. Tahun lalu, kami  juga pernah kirim sampel, tapi belum diketahui hasilnya. Tahun ini pun kami belum tahu jumlah pastinya,” kata dia. oleh pusat tidak diperiksa, sehingga kita belum dapat datanya,” katanya.

Baca Juga :   PLN Batam Siapkan SOP untuk Siaga Pasokan Listrik Saat Nataru 2019

Pelaksanaan vaksin MR di Kabupaten Karimun pun kemudian diperpanjang hingga akhir Oktober ini, mengingat angka anak-anak yang telah divaksin masih dibawah 50 persen dari 65.090 anak se-Karimun yang harus divaksin.

“Saat ini baru mencapai 45 persen atau sekitar 30.000 anak, jadi pemberian imunisasi MR diperpanjang,” tutup Rahmadi.

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna