pelantar.id – Belum selesai dengan Covid-19, kini virus ebola kembali menyerang negara Kongo, di Afrika. Mengutip DW, Senin (1/6/2020), Kongo telah mengumumkan kasus epidemi baru ebola setelah 4 orang meninggal dunia karena terkonfirmasi terinfeksi virus ebola.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyampaikan informasi yang sama melalui akun Twitter-nya.

Sebelumnya, di Provinsi Equateur di Kongo dilanda wabah Ebola antara Mei dan Juli 2018, di mana 33 orang meninggal dan 21 pulih dari penyakit tersebut. Ibukota provinsi Equateur, Mbandaka adalah pusat transportasi di Sungai Kongo dengan populasi lebih dari satu juta.

Epidemi Ebola di bagian timur negara itu telah menewaskan 2.280 orang sejak Agustus 2018.

Baca Juga :   Rahasia Ramuan Kecantikan dari Daun Mint

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan akan mengirim tim untuk membantu Kongo. Dua vaksin eksperimental telah dikerahkan secara luas untuk memerangi wabah, dengan lebih dari 300.000 orang divaksinasi di seluruh negeri itu.

Untuk diketahui, virus ebola adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Virus Ebola sendiri awalnya hidup pada tubuh hewan, kemudian menjangkiti manusia melalui darah hewan yang sudah terkontaminasi virus.

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus ebola pertama kali muncul di dekat Sungai Ebola, Kongo, pada 1976. Kala itu, virus ebola menginfeksi 318 orang, dan 88 persen di antara penderitanya meninggal dunia.

Baca Juga :   Banjir Surut, Warga Kundur yang Mengungsi Pulang ke Rumah

Virus ini kemudian terus terjadi dari waktu ke waktu di berbagai negara di Afrika, bahkan mencapai Italia, Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat.