pelantar.id – Konten Marketing sebagai strategi pemasaran produk zaman digital yang sangat penting untuk dipahami, terutama untuk bisnis startup. Apapun produknya, diperlukan manajemen pemasaran yang kreatif agar tepat sasaran pada kostumer.

Strategi-strategi ini dilebur dalam temu diskusi bersama praktisi konten kreatif yang dihadirkan oleh sebuah komunitas kreatif, Sindikat Otak Kanan (SOK), Sabtu, 2 Maret 2019 di Ruang Kreasi di Batam.

SOK mendatangkan dua narasumber, yang membahas Konten Marketing dan Desain Infografis dalam tema ‘Perlahan tapi Konten’.

Andrew, praktisi pertama asal iPrice Malaysia menjabarkan konten marketing, membagi strateginya kedalam beberapa poin. Sebagai pembuka, Andrew berpandangan bahwa dalam memasarkan konten, creator harus fokus pada produk yang dipasarkan.

“Bagaimana cara memasarkan konten? Kamu harus berbicara tentang apa sih manfaat atau benefit produk kamu bagi buyer?” jelas Andrew dalam pemaparannya.

Andrew, Head of Content Marketing iPrice Malaysia. Foto: elizagusmeri/pelantar.id

Bagi Andrew, perlu disiplin dalam konten marketing, karena dalam pemasarannya dibutuhkan sharing kontiniu. Andrew menyebutnya membangun dengan cara Marathon Method. Selain itu, konten yang dipasarkan harus shareable.

Baca Juga :   Selamatkan Rupiah, Pemerintah Naikkan Pajak 1.147 Barang Impor

“Konten yang baik adalah good shareable,” sebut Andrew.

Strategi lainnya yang ditambahkan Andrew adalah seorang kreator harus tetap memperhatikan kualitas konten, mencari data pembanding tentang konten yang akan dibranding sehingga mendapatkan gambaran bahwa produk tersebut memang bermanfaat.

Content is King, sharing your content, adalah lanjutan agar konten familiar untuk banyak orang dengan sharing melalui media massa. Ditambah dengan membangun relasi penting yang bisa men-tag konten tersebut.

Sementara, praktisi kedua, Saputra, Head of Multimedia dari SOK sendiri berbagi rahasia seputar Design Info Graphic. Menurut dia, saat ini info grafis cukup efektif untuk penyebaran konten atau informasi tertentu.

“Karena manusia adalah makhluk visual, berdasarkan penelitian 70 persen orang lebih gampang mengerti dengan konten yang bersifat visual,” ujar dia.

Baca Juga :   8 Film Natal yang Bisa Bikin Hati Luluh

Info grafis, baik bersifat bergerak atau statis dapat menjadi alternatif yang bisa diberdayakan untuk mendistribusikan konten. Sebelum membuat grafis, diperlukan beberapa langkah, diantaranya melakukan riset terkait data yang akan dibuat, mencari referensi, membuat sketsa hingga menjadi sebuah rancangan.

Lanjut dia, dalam membuat rancangan grafis, sebaiknya creator mempertimbangkan tampilan, mulai dari warna, layout dan memilih visual desain. Misalnya untuk warna sangat dianjurkan minimal menggunakan tiga warna, menggunakan warna-warna yang netral dan pemilihan font yang tidak ‘lebay’.

“Font Style jangan terlalu banyak, dan pilihlah yang clean dengan pilihan warna font yang kontras,” ujar dia.

Saputra juga menegaskan, pemilihan layout dengan konten harus saling terkait. Sebaiknya menggunakan ilustrasi visual yang simple dan enak dilihat, di mana lebih dianjurkan menggunakan visual secara dominan ketimbang memperbanyak teks.

eliza gusmeri