pelantar.id – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gusti Raizal Eka Putra mendorong pesantren bisa mandiri secara ekonomi. BI akan mendukung dengan pengembangan kegiatan kewirausahaan di pesantren tersebut.

Gusti mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggulirkan program kemandirian ekonomi di sejumlah pesantren di Kepri. Di antaranya, Pesantren An-Ni’mah di Dapur 12 Batam.

Di pesantren itu, BI mendorong kegiatan pembuatan tepung kelapa untuk menjadi santan.

“Sekarang lagi proses instalasi mesin,” katanya di Batam Centre, Senin (17/12/18).

Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra

Pesantren lainnya berada di kawasan Nongsa dengan kegiatan urban farming dan laboratorium pupuk organik. Kemudian pesantren di di Kota Tanjungpinang dengan program pertanian organik.

Baca Juga :   Rp1,68 Triliun untuk Ramadan dan Idulfitri

Menurut Gusti, pesantren terutama para santrinya, juga harus memiliki jiwa wirausaha. Dengan demikian, santri tersebut dapat mandiri secara ekonomi.

Selin pesantren, lanjut Gusti, pihaknya juga akan melakukan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada tahun 2019. UMKM dianggap mampu menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi.

“UMKM ini berperan sangat besar dari unit usaha yang jumlahnya hampir 56 juta di seluruh Indonesia 98,7 persen adalah UMKM,” katanya.

Gusti mengatakan, unit usaha besar di Indonesia hanya satu persen. Menurut dia, hal itu akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia apabila pelaku usaha besar tidak bisa lagi berproduksi.

Menurut Gusti, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hampir 60 persen dan serapan tenaga kerjanya hampir 80 persen lebih.

Baca Juga :   Pembingkaian Media Terhadap Pemberitaan Kekerasan Seksual

“Kalau kita bisa mendorong UMKM naik kelas peningkatan kontribusi terhadap PDB dan serapan tenaga kerja semakin tinggi, akan membuat ekonomi kita semakin lebih stabil,” ujarnya.

*****

Yuri B Trisna