Fanatisme para pendukung klub sepakbola, sering dianggap sebagai kegilaan yang tak masuk di akal oleh sebagian besar orang. Uang ratusan bahkan sampai jutaan rupiah, yang gampang melayang untuk jersey dan aksesoris klub kesayangan, hanya salah satu dari kegilaan tersebut. Namun di sebalik itu, ada pesan cinta yang begitu kuat. Bahwa dari klub tersebut, mereka menemukan arti kata persahabatan dan keluarga.

Menjadi bagian dari klub sepakbola paling sukses di Eropa, Liverpool juga memiliki basis suporter yang garang. Mereka tersebar di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia yang menyebut nama mereka dengan BigReds Indonesia Officials Liverpool Supporter Club.

Liverpool FC, klub sepakbola asal Inggris yang bermarkas di Kota Liverpool, berdiri pada 3 Juni 1892 atau 126 tahun silam. Setakat ini, Si Merah, julukan Liverpool, tercatat sudah mengoleksi 18 gelar juara Liga Inggris, 7 piala FA dan 7 kali menjadi kampiun Piala Liga. Prestasi tak kalah mentereng ditunjukkan Liverpool di kompetisi paling elit di Eropa, Liga Champions. The Reds, sudah mengantongi 5 trofi Liga Champions. Hal itu membuat klub yang kini diasuh Jurgen Klop ini sebagai pemegang terbanyak piala Si Kuping Besar.

Piala itu bisa bertambah jika Liverpool memenangi duel puncak Liga Champions musim ini di partai final melawan Real Madrid, Minggu (27/5) dini hari di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina.

BigReds Regional Batam, rumahnya para pendukung klub Liverpool telah terbentuk sejak 5 tahun lalu. Awalnya hanya terdiri dari beberapa orang sahabat yang suka ngumpul dan nonton bareng setiap pertandingan Liverpool. Lama-kelamaan, jumlahnya semakin banyak. Acara ngumpul dan nonton bareng pun pun mulai terkonsep lebih rapi dan teratur, hingga akhirnya semua sepakat bergabung dan menjadi bagian dari BigReds Indonesia Regional Batam.

“Karena visi kami merangkul, menyatukan para pecinta Liverpool di Batam dalam satu kesatuan di bawah bendera BigReds Indonesia Officials Liverpool Supporter Club, maka siapapun yang menyukai klub ini, dapat bergabung. Kami sangat senang menerimanya,” kata Koordinator Wilayah BigReds Regional Batam Ronald, di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (22/5).

Baca Juga :   Barcelona Juara, Iniesta Berduka

Saat ini, ada 115 orang yang sudah tercatat dan terdaftar sebagai anggota di BigReds Regional Batam. Ronald mengatakan, bagi pecinta Liverpool yang ingin bergabung, caranya gampang, cukup mendaftarkan diri secara online ke situs resmi BigReds Indonesia di alamat http://membership.bigreds.id.

Eksistensi Persaudaraan

Kegiatan di BigReds bukan hanya sekadar nonton bareng. Komunitas ini juga mengedepankan arti persahabatan antarsesama dengan terus berupara mempererat jalinan silaturahmi antaranggota dan keluarga besarnya.

Karena itu, pada beberapa kesempatan, keluarga besar BigReds Regional Batam juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan sosial yang menunjukkan bahwa mereka juga peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka juga rutin melaksanakan family gathering dan bermain futsal.

BigReds Regional Batam bermarkas di Cafe Inspector Coffee, Legenda Malaka, Batam Centre. Di situ, mereka berkumpul dan bersdiskusi tentang segala hal yang berbau Si Merah, termasuk pula membahas perkembangan dari klub-klub rival.

“Di base camp ini, kami berdiskusi banyak hal. Kalau nonton bareng, itu sudah pasti,” katanya.

BigReds Regional Batam rutin menggelar futsal bersama anggota. Foto: Istimewa

Wakil Koordinator Wilayah BigReds Regional Batam, Billi Dwiharita menambahkan, BigReds dibentuk bukan hanya untuk senang-senang dan eksistensi diri semata. BigReds memilik misi mengembangkan, mempererat, mengayomi seluruh anggota dan penggemar Liverpool lain dalam semangat You’ll Never Walk Alone (YNWA).

“BigReds tak pernah membeda-bedakan anggota, apalagi dari suku, agama, ras dan status sosial. Kita semua sama. BigReds mengutamakan persahabatan dan kekeluargaan. Semua menyatu dalam cinta Si Merah,” katanya.

Sikap kepedulian tersebut tercermin dari agenda BigReds. Jika ada salah satu anggota dan keluarganya yang tertimpa musibah, maka BigReds akan urun rembug membantu meringankan beban tersebut.

Baca Juga :   Per September, Facebook, Tiktok, Disney dan Amazon Bayar Pajak di Indonesia

“Ini yang selalu kami tekankan, betapa pentingnya arti keluarga,” ujarnya.

Di lingkungan BigReds Regional Batam, lanjut Billi, tak mengenal istilah iuran wajib. Segala kegiatan selalu dilakukan secara bersama-sama dengan cara bergotong royong.

“Untuk pendanaan organisasi, memang kami dapat dari setiap anggota. Namun kami punya cara sendiri yang unik, kami menyebutnya dengan one thousand one goal (ogot). Jadi, jika Liverpool bertanding, dan ada pemain yang menyetak gol ke gawang lawan, maka untuk merayakannya seluruh anggota akan menyetor seribu rupiah. Ini pun enggak diwajibkan,” katanya.

Kegiatan sosial BigReds Regional Batam. Foto: istimewa

Hasil dari ogot itu, kemudian dikumpulkan dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan amal atau sosial, termasuk membantu jika ada anggota BigReds Regional Batam yang tertimpa kemalangan.

Menurut Billi, banyak keuntungan yang didapat jika bergabung menjadi anggota BigReds. Selain bisa mendatangkan uang dari hasil penjualan pernak-pernik Liverpool, setiap anggota juga bisa mendapat akses komunikasi langsung ke perwakilan Liverpool, alokasi tiket pertandingan secara khusus, memfasilitasi tur dari Indonesia ke Anfield pada pra-musim, dan akses langsung jika ada bintang atau legenda The Reds hadir ke Indonesia.

“Soal biayanya bagaimana, tentu berbeda untuk member dengan non-member,” kata dia.

Bagi Billi dan Ronald, menjadi bagian dari sebuah wadah besar seperti klub penggemar memberi arti tersendiri. Salah satunya semangat kekeluargaan. BigReds bukan lagi sekadar komunitas pencinta Liverpool, namun sudah menjadi sebuah keluarga besar.

Kekuatan BigReds terlihat bukan saja di saat klub ini bersinar dengan permainan cemerlang. Tatkala klub sedang dilanda krisis atau terpuruk di klasemen liga, kesetiaan dukungan para pecinta Liverpool juga menunjukkan eksistensinya.

“Kami menemukan ikatan persaudaraan yang sangat kuat di sini,” ujar Ronald. Di sebelahnya, Billi mengangguk-angukkan kepala.

Yuri B Trisna