pelantar.id – Nongkrong di coffee shop atau warung kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup berbagai kalangan, terutama bagi generasi milenial. Itulah yang membuat bisnis minuman berbahan kopi saat ini semakin menjamur, bukan lagi didominasi wilayah perkotaan tapi sudah merambah hingga ke pemukiman warga.

Tampilan warung kopi masa kini pun sudah sangat bervariasi bentuknya. Pemilik warung berlomba-lomba menyulap tempat usahanya senyaman mungkin, agar pengunjung betah berlama-lama.

Karena itu, bisnis warung kopi menjadi bisnis yang menggiurkan. Namun, tak sedikit orang yang punya niat memulai bisnis ini undur diri sejak awal. Biasanya, rasa gentar muncul saat pikiran sudah sampai pada tahap permodalan.

Padahal, membuka coffee shop atau warung kopi juga bisa, loh dilakukan dengan modal minimal. Misalnya, dengan modal Rp5 juta.

Menurut Tuti H Mochtar, Board of Trustee Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), membuka usaha warung kopi dengan modal Rp5 juta dapat diwujudkan dengan sajian kopi manual brew.

“Kalau dengan modal Rp5 juta kita jualan kopi seharga Rp15 ribu, sehari jual 10 cup saja, 2 bulan sudah bisa balik modal. Artinya sebenarnya yang sederhana pun bisa,” kata Tuti dilansir Bisnis.com, Jumat (11/1/19).

Baca Juga :   Memaknai Nasi Tumpeng dari Sejarah, Ragam dan Filosofinya

Menurut Tuti, minat anak muda atau kaum milenial dalam membuka bisnis kopi masih akan meningkat pesat pada tahun ini. Hal tersebut seiring dengan citra kopi yang belakangan ini dilekatkan dengan gaya hidup anak muda masa kini.

Tuti menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu ingin membuka coffee shop sendiri. Langkah pertama adalah, belajar macam-macam cara menyeduh kopi.

Tahap kedua, kamu harus bisa menentukan target market. Selanjutnya, dapat menyesuaikan harga jual dengan market yang sudah ditarget itu.

“Kalau harga sudah sesuai dengan target market, tinggal mulai. Di dekat-dekat kampus juga saya rasa dengan kisaran harga Rp10 ribu misalkan pasti mahasiswa lebih memilih kopi manual brew daripada yang instan,” katanya.

Punya Konsep

Membuka warung kopi tidak perlu membayangkan tempat yang mewah, dengan segala macam perlengkapan dan interior yang sempurna. Untuk lokasi, bisa saja mengambil tempat di pinggiran jalan atau di teras rumah/toko.

Ilustrasi warung kopi dengan konsep gerobak. (net)

Yang terpenting adalah, kami memiliki pemikiran yang besar. Mau membekali wawasan diri tentang seluk-beluk hulu dan hilir industri kopi, dapat memudahkan langkah ke depan untuk menentukan keputusan.

Baca Juga :   Google Lens: Fitur Memindahkan Tulisan Tangan ke Komputer

Tanamkan dalam pikiran kamu, bahwa siapapun bisa memiliki kedai kopi. Karena itu, mulailah. Pilih segala kebutuhan sesuai dengan modal yang ada.

Memang, sih, agak gampang-gampang susah. Yang jelas, kamu harus sudah punya konsep bagaimana warung kopi kamu akan berjalan dan sukses. Apakah dengan menggunakan gerobak motor, kios mini atau sejenisnya.

Perlu diingat, dengan modal minimal, sebaiknya kamu menjual minuman kopi kepada konsumen yang ingin membawa pulang (bungkus). Tapi bukan berarti tidak bisa melayani pembeli yang ingin minum di tempat.

Siapkanlah minimal 1 coffee table untuk mereka yang ingin menikmati kopi di warung kamu. Kalau tak ada ruang untuk meja dan kursi, kamu bisa memodifikasi gerobak dengan konsep minibar.

Oh ya, untuk mendukung usaha warung kopi kamu, pilih lokasi kios atau mangkal gerobak yang dekat dengan rumah, toko atau kantor. Alasannya, kamu bisa menyewa sumber listrik dari tempat-tempat itu.

*****

Dari berbagai sumber