Pelantar.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan vaksinasi kepada ibu hamil dan menyusui di Kota Batam, Selasa (2/11/2021),

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, mengatakan, pihakya mendapatkan amanah dari Presiden RI, Joko Widodo untuk turut berpartisipasi melalui vaksin keluarga. Dengan sasaran Ibu hamil, ibu menyusui, anak umur 12-17 tahun, dewasa dan lansia.

“Untuk pelaksanaannya BKKBN bekerjasama dengan POGI, IBI dan BIN. Selain itu BKKBN juga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan faskes sebagai tempat pelayanan Vaksin, yang pertama dan sampai saat ini masih terus berjalan salah satunya yang sekarang dilaksanakan di Kota Batam adalah Rumah Sakit Bunda Halima,” ujarnya.

Baca Juga :   Warganet Ramai Bicarakan Subscene, Ada Apa?

Direktur 23 dari Kedeputian II BIN, Brigen TNI Rudi Supriyanto, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan BKKBN melaksanakan kegiatan vaksinasi ibu hamil dan menyusui secara nasional.

“BINDA Kepri ini sebagai simbol dan dimulai dari sini dan akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Kota Batam pihaknya melakukan vaksinasi kepada 700 orang ibu hamil dan menyusui.

“Itu 500 dilakukan di RS Bunda Halimah dan 200 di RS Jasmine,” paparnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, sangat mendukung kegiatan vaksinasi yang dilakukan BKKBN dan BIN karena akan menambah percepatan capaian vaksinasi di Provinsi Kepri.

“Besarnya capaian vaksinasi di Kepri karena kerjasama semua pihak secara kolektif. Maka kita berterimakasih kepada BKKBN, BIN dalam hal ini BINDA Kepri yang sangat masif melaksanakan vaksinasi,” ujarnya.

Baca Juga :   Reuni Pemeran 'Friends' Tayang di HBO Max di Bulan Mei

Beberapa waktu lalu lanjutnya, BINDA Kepri juga telah melakukan vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun.

Saat ini lanjutnya pihaknya fokus untuk melakukan vaksinasi untuk ibu hamil. Karena kata dia, angka ibu hamil di Kepri lebih kurang 56 ribu. Sementara capaian vaksinasi baru 10 ribu orang.

“Maka kita gerakkan terus vaksinasi ibu hamil. Meski ibu hamil banyak resistensi yang menyebabkan mereka tidak bisa divaksin,” katanya.