pelantar.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengajak Pemerintah Kota Batam untuk bersinergi memasarkan produk unggulan hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Lukita menyatakan, produk UMKM Batam saat ini telah memiliki kualitas yang memadai sehingga diyakini dapat menembus pasar lokal maupun regional. Untuk menjadikan produk UMKM di Batam bisa lebih dikenal masyarakat dunia dan bisa mendorong pertumbuhan sektor parawisata, BP Batam mengajak Pemko Batam untuk membuat materplace bagi produk andalan UMKM.

Selain untuk menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan pelaku UMKM, Lukita menyebut upaya membuka pasar itu juga diharapkan mampu menyumbang tenaga bagi perputaran kegiatan ekonomi di Batam. Sinergi BP dan Pemko menurut dia merupakan kebutuhan mendesak. Lukita menyebut, perlu ada satu lokasi yang didesain sebagai etalase produk andalan para pelaku usaha kecil itu.

Baca Juga :   Tunjangan Besar Belum Cerminkan Kualitas Guru

“Lokasi paling strategis untuk UMKM parawisata, dinilai lahan depan bukit Welcome to Batam (WTB) saat ini menjadi salah satu pilihannya,” kata Lukita di Batam, Sabtu (7/7).

Baca Juga : Janji Rp46 Miliar untuk Pariwisata Kepri

Selain lapangan WTB, Lukita juga meminta Pemko Batam menugaskan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk mencari alternatif lokasi lain yang dapat dijadikan lokasi memajang produk UMKM. Pasalnya, kendati telah memiliki sejumlah produk unggulan, namun dia menganggap masih kurang promosi, sehingga kurang dikenal khalayak.

Hadirnya lokasi pemasaran produk menurut Lukita juga harus dibarengi dengan pendampingan yang berkesinambungan. Dia berharap ke depan BP dan Pemko Batam dapat mengagendakan pelatihan untuk para pelaku UMKM, dan melakukan monitoring bersama.

Baca Juga :   Tradisi Mandi Safar di Kampung Terih Batam

“Agar kelak UMKM ini maju dan mandiri,” ungkap Lukita.

Sementara, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi dan menyambut baik rencana BP Batam tersebut. Dia menyatakan sepakat jika UMKM harus menjadi basis pengembangan ekonomi masyarakat.

“Jadi semua harus seimbang dan saling mendukung, baik sektor usaha/industri maupun UMKM. Bagaimana mendorong peluang berkembang bersama sehingga perwkonomian kita bergerak secara bersama,” kata Nurdin.

Joko Sulistyo