Buat yang sering berpindah tempat, pilihan tablet murah sekarang terasa jauh lebih masuk akal. Di rentang harga mulai Rp2 jutaan, pengguna sudah bisa menemukan layar besar, refresh rate tinggi, konektivitas 4G, sampai paket penjualan yang lebih lengkap untuk streaming dan kerja ringan.
Perubahan ini membuat tablet tidak lagi diposisikan sekadar perangkat cadangan. Banyak model kini justru lebih relevan untuk menonton film, mengikuti kelas online, membaca, dan mengerjakan tugas harian dengan layar yang lebih lega.
Layar jadi senjata utama untuk hiburan
Bagi pengguna yang paling sering streaming, kualitas panel menjadi pembeda paling terasa. Karena itu, banyak tablet murah terbaru sudah membawa layar 2K atau 2,5K, ditambah refresh rate tinggi agar tampilan terasa lebih halus saat dipakai lama.
MotoPad 60 Neo termasuk yang paling menonjol di kelas ini. Tablet tersebut memakai layar IPS 11 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 90Hz dan tingkat kecerahan 500 nits, lalu dijual sekitar Rp2.869.000.
Paket penjualannya juga cukup menarik karena pengguna sudah mendapat stylus dan folio case. Dengan karakter seperti itu, perangkat ini cocok untuk film dan browsing, meski performanya lebih diarahkan ke aplikasi harian ketimbang gaming berat.
Ada yang fokus ringan, ada yang mengejar konektivitas
Redmi Pad 2 4G masuk daftar yang relevan untuk pengguna aktif. Tablet ini membawa layar 2.5K, RAM 6 GB, chipset yang cukup bertenaga, serta dukungan 4G LTE supaya tetap online tanpa bergantung pada Wi-Fi, dengan harga sekitar Rp2.999.000.
Di sisi lain, Redmi Pad 2 SE 4G menawarkan ukuran yang lebih ringkas untuk hiburan. Tablet ini hadir dengan layar 9,7 inci berpanel 2K dan refresh rate 120Hz, lalu dilengkapi speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos dan jack audio 3,5 mm.
Untuk harganya, versi Wi-Fi dibanderol Rp2.700.000, sedangkan varian 4G sekitar Rp3.500.000. Kombinasi ini membuatnya cocok untuk pengguna yang menginginkan pengalaman multimedia mulus tanpa perangkat yang terlalu besar.
Daya tahan dan mobilitas ikut jadi nilai jual
Tidak semua pembeli mengejar layar terbesar. Honor Pad X8b justru menonjol lewat pendekatan yang lebih mengarah ke daya tahan fisik dan mobilitas.
Tablet ini membawa baterai 10.100 mAh, bodi metal ramping setebal sekitar 7,25 mm, bobot 499 gram, dan sertifikasi ketahanan dari SGS Swiss. Nilai tambah utamanya terletak pada perlindungan ekstra terhadap benturan dan tekanan.
Dengan harga resmi di kisaran Rp3 jutaan, Honor Pad X8b terasa menarik untuk pengguna yang ingin perangkat ringan tetapi tetap terasa tangguh saat dibawa ke mana-mana.
Ukuran besar untuk kerja ringan dan hiburan
Infinix XPad Edge menyasar pengguna yang lebih suka layar luas. Tablet ini menggunakan panel 13,2 inci beresolusi 2,4K, bodi metal tipis sekitar 6,19 mm, dan dalam paket pembelian sudah termasuk keyboard.
Karakter tersebut membuatnya terasa seperti laptop mini untuk kerja ringan sekaligus konsumsi hiburan. Fitur reverse charging juga tersedia, sehingga tablet ini bisa dipakai sebagai power bank darurat, dengan harga resmi sekitar Rp4.499.000.
Pilihan paling terjangkau untuk belajar
Ada juga opsi yang lebih ramah di kantong untuk kebutuhan pendidikan. Infinix XPad 30E membawa AI Tutor yang bisa membantu menyelesaikan soal lewat pemindaian gambar, termasuk dukungan bahasa Indonesia dan Inggris.
Fitur itu membuatnya cocok untuk belajar, video pembelajaran, dan penggunaan ringan lainnya. Harga resminya berada di kisaran Rp2,2 juta hingga Rp2,4 juta, sehingga tetap kompetitif di kelas tablet murah.
Deretan tablet ini menunjukkan bahwa pasar 2026 sudah bergerak ke arah perangkat yang lebih fungsional. Ada model yang menonjol lewat layar besar untuk streaming, ada yang mengutamakan baterai dan ketahanan, dan ada pula yang menambahkan fitur belajar berbasis AI untuk kebutuhan serbaguna.
Source: yoursay.suara.com