pelantar.id – Bupati Natuna, Hamid Rizal meminta Pelni menyiapkan kapal pengganti, setelah KM Bukit Raya yang selama ini diandalkan masyarakat tak bisa beroperasi. Pelni perlu menjamin ketersediaan kapal pengganti karena banyak masyarakat yang ingin mudik Lebaran.

KM Bukit Raya kandas usai menghantam karang di perairan dangkal Pulau Neneh, Kecamatan Sedanau Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (18/5).

Baca Juga : Hantam Karang, KM Bukit Raya Kandas di Natuna

“Kami akan surati Pelni dan Kementerian Perhubungan, minta segera disiapkan kapal pengganti KM Bukit Raya ini,” kata Hamid saat meninjau ke lokasi kandasnya KM Bukit Raya, Sabtu (19/5) sekira pukul 08.00.

Baca Juga :   Satu Guru dan Satu Jamaah Tabligh di Batam Positif Covid-19

Hamid yang didampingi sejumlah pejabat daerah di antaranya Sekda Natuna Wan Siswandi meninjau ke KM Bukit Raya menggunakan kapal feri MV Indra Perkasa 159 milik Pemkab Natuna, dari Ranai.

Hamid berharap Pelni dan Kemenhub dapat memberi kepastikan tentang nasib KM Bukit Raya. Jika memang tidak bisa beroperasi hingga Lebaran, ia ingin kapal pengganti sudah disiapkan sejak sekarang.

“Kapal pengganti harus disiapkan agar dapat melayani penumpang dari Natuna, Anambas dan lainnya untuk Lebaran nanti,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar Dj memastikan bakal mengantarkan surat permintaan pergantian kapal itu langsung ke Kantor Pelni dan Kemenhub di Jakarta. “Ya jangan sampai kejadian ini menimbulkan keresahan pada masyarakat yang mau mudik Lebaran,” katanya.

Baca Juga :   Pengangguran di Kepri Hanya Berkurang 47 Orang

Kepala Satuan Polisi Air Natuna, Iptu Zulkarnain mengatakan, KM Bukit Raya mengalami kebocoran di bagian lambung sebelah kanan. Diduga, kebocoran itu terjadi saat kapal yang membawa 208 penumpang itu menghantam karang.

“Iya, bocor dan masih nyangkut di karang. Tim teknis Pelni dari Jakarta, informasinya tiba hari ini,” kata dia.

Penulis: Albar
Editor: Yuri B Trisna