BYD Atto 2 Siap Masuk Harga Rp300 Jutaan, Jarak 463 Km Bikin SUV Bensin Kepikiran

Yang membuat BYD Atto 2 langsung dilirik bukan cuma karena statusnya sebagai SUV listrik kompak, tetapi karena kombinasi harga dan jarak tempuhnya terasa sulit diabaikan. Di pasar yang selama ini dipenuhi SUV bensin kelas menengah, model ini datang dengan banderol yang diperkirakan berada di kisaran Rp300 jutaan dan klaim jarak tempuh dalam kota hingga 463 km.

Daya tarik itu membuat Atto 2 masuk ke segmen yang sensitif terhadap harga, sekaligus menantang pembeli yang selama ini lebih akrab dengan mobil bensin. Berdasarkan data Nilai Jual Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta, harga BYD Atto 2 tercatat mulai Rp245 juta hingga Rp281 juta, lalu setelah pajak dan biaya lain diperhitungkan, harga resminya diperkirakan berada di kisaran Rp300 jutaan.

Posisi di antara Atto 1 dan Atto 3

BYD menempatkan Atto 2 di jalur yang cukup strategis dalam lini produknya. Model ini berada di antara Atto 1 yang lebih murah dan Atto 3 yang lebih premium, sehingga mengisi ruang pasar yang lebih dekat ke konsumen massal.

Langkah itu menunjukkan bahwa BYD tidak sekadar menambah pilihan SUV listrik. Pabrikan ini tampaknya ingin menawarkan produk yang rasanya makin dekat dengan mobil konvensional di kelas harga yang sama.

Performa yang tidak kalah penting

Di balik banderolnya, Atto 2 membawa motor listrik Permanent Magnet Synchronous dengan tenaga maksimal 177 PS atau 130 kW. Torsi yang dihasilkan mencapai 290 Nm, angka yang cukup besar untuk SUV listrik kompak.

Dengan bekal tersebut, Atto 2 diklaim mampu berlari dari 0 sampai 100 km per jam dalam 7,9 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 160 km per jam, sehingga mobil ini tetap punya karakter performa yang kompetitif di kelasnya.

Baterai dan jarak tempuh jadi senjata utama

Sumber tenaga Atto 2 berasal dari Blade Battery LFP berkapasitas 45,12 kWh. Dalam pengujian WLTP, jarak tempuhnya disebut mencapai 312 km.

Untuk penggunaan dalam kota, angkanya jauh lebih menarik karena bisa mencapai 463 km. Buat pengguna perkotaan, daya jelajah seperti ini memberi rasa aman untuk aktivitas harian tanpa terlalu sering memikirkan pengisian daya.

Soal pengisian, BYD menyebut Atto 2 mendukung charger AC 11 kW dengan waktu isi penuh sekitar 5,5 jam. Jika memakai DC fast charging, pengisian dari 10 persen ke 80 persen membutuhkan sekitar 37 menit.

Ukuran kompak, cocok untuk jalan urban

Atto 2 hadir dengan dimensi yang memang diarahkan untuk penggunaan harian di kota. Panjangnya 4.310 mm, lebarnya 2.060 mm, tingginya 1.675 mm, dan wheelbase-nya 2.620 mm.

Ground clearance 165 mm juga memberi nilai tambah saat dipakai di jalan perkotaan yang tidak selalu mulus. Dengan ukuran seperti ini, Atto 2 tetap terasa ringkas, tetapi masih membawa karakter SUV.

Tampilan khas BYD di luar dan dalam

Dari sisi desain, Atto 2 mengusung bahasa Dragon Face yang sudah jadi ciri BYD. Lampu LED yang tajam dan DRL modern memberi kesan futuristik yang kuat pada bagian depan.

Di belakang, BYD memasang lampu berbentuk Möbius ring. Elemen ini bukan cuma pembeda visual, tetapi juga disebut sebagai simbol keberuntungan.

Masuk ke kabin, suasananya dibuat lebih premium lewat material vegan leather. Beberapa bagian interior juga mendapat sentuhan soft-touch untuk menambah kenyamanan.

Salah satu detail yang paling menonjol ada pada headunit rotatable. Layar ini bisa diputar sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk navigasi maupun hiburan.

Fitur keselamatan ikut diperhatikan

BYD juga menyematkan teknologi Advanced Driver Assistance System atau ADAS pada Atto 2. Fitur yang disebut tersedia antara lain lane departure warning, adaptive cruise control, dan automatic emergency braking.

Kombinasi itu membuat Atto 2 tidak hanya mengandalkan harga yang menarik. Mobil ini juga membawa paket teknologi yang biasanya jadi bahan pertimbangan penting bagi pembeli mobil modern.

Di tengah pasar kendaraan listrik Indonesia yang masih berkembang, Atto 2 bermain di celah yang belum terlalu padat. Wuling Air EV berada di rentang harga serupa, tetapi karakternya lebih dekat ke city car dengan tenaga dan daya jelajah yang lebih rendah.

Sementara itu, Hyundai Kona EV dan Nissan Leaf menawarkan performa lebih tinggi, tetapi harganya jauh di atas Rp600 juta. Karena itu, Atto 2 tampil sebagai pilihan yang lebih dekat ke konsumen yang ingin SUV listrik terjangkau dengan jarak tempuh panjang dan fitur yang lengkap.

Exit mobile version