BYD Motor Indonesia langsung menarik perhatian lewat M6 DM yang diklaim punya efisiensi sangat agresif untuk pasar Tanah Air. Mobil ini disebut sanggup menempuh lebih dari 1.800 km dalam sekali isi, dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim mencapai 65 km per liter.
Angka itu membuat M6 DM tampil sebagai penawaran yang cukup berbeda di kelasnya. Di saat banyak konsumen masih menimbang jarak tempuh dan kemudahan pengisian daya, BYD mencoba menjawabnya lewat mobil keluarga dengan pendekatan plug-in hybrid.
Teknologi DM pertama BYD di Indonesia
Peluncuran M6 DM sekaligus menjadi debut teknologi Dual Mode atau DM untuk pasar nasional. Model ini juga tercatat sebagai mobil pertama dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle dari BYD yang dipasarkan di Indonesia.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan M6 DM dikembangkan khusus untuk Indonesia. Fokus utamanya ada pada jarak tempuh dan efisiensi, dua hal yang memang jadi perhatian besar di segmen elektrifikasi.
Kombinasi mesin bensin dan motor listrik
Secara teknis, M6 DM memakai mesin 1.500 cc dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin itu dipasangkan dengan motor EHS 5.0 yang dapat berputar hingga 15.000 rpm.
Susunan tersebut menjadi dasar sistem Dual Mode yang diusung BYD. Mobil ini bisa berjalan dalam mode listrik penuh, hybrid seri, atau hybrid paralel sesuai kebutuhan berkendara.
BYD juga mengklaim jarak tempuh listrik murni M6 DM mencapai 300 km. Dengan kombinasi penggerak tersebut, mobil ini diposisikan sebagai kendaraan keluarga yang menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas.
Tiga mode penggerak untuk kebutuhan berbeda
Pada mode EV, roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik sementara mesin berada dalam kondisi siaga. Mode ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap, nyaman, dan responsif seperti mobil listrik murni.
Saat daya baterai turun di bawah batas SOC yang ditentukan, sistem masuk ke mode HEV Series. Dalam skema ini, mesin bekerja sebagai generator untuk mengisi baterai, sedangkan roda tetap digerakkan motor listrik.
Mode terakhir adalah HEV Parallel. Pada mode ini, roda digerakkan oleh kombinasi motor listrik dan mesin secara bersamaan untuk memberi akselerasi lebih responsif, termasuk saat menyalip di jalan tol.
Filosofi GASS jadi identitas produk
Eagle Zhao menjelaskan M6 DM hadir dengan filosofi GASS, singkatan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. BYD memakai pendekatan itu untuk menegaskan karakter produk yang menggabungkan efisiensi dan kenyamanan.
Strategi tersebut juga memberi fleksibilitas lebih besar dibanding mobil listrik murni. Ini penting bagi pengguna yang masih mempertimbangkan jarak tempuh serta pengisian daya dalam penggunaan harian.
Pada kecepatan tinggi saat baterai rendah, roda tetap bisa digerakkan oleh mesin untuk menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar. BYD menyebut HEV Series membantu menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah dan NVH tetap optimal, sementara HEV Parallel disiapkan untuk kebutuhan tenaga yang lebih tinggi.
Harga belum diumumkan
Meski sudah resmi meluncur, BYD Motor Indonesia belum mengumumkan harga M6 DM ke publik. Perusahaan hanya menyebut model ini akan hadir dengan banderol yang menarik dan cukup terjangkau.
Belum adanya harga resmi membuat posisi M6 DM masih menunggu respons pasar. Namun, lewat klaim jarak tempuh panjang dan efisiensi tinggi, BYD jelas sedang memperkuat lini elektrifikasinya di Indonesia dengan pendekatan yang lebih fleksibel.
Source: www.liputan6.com




