Belanja harian di Jawa Timur kembali terasa bergerak dari dua arah. Di satu sisi, bawang, beberapa jenis cabai, dan minyak goreng sama-sama mencatat kenaikan, sementara di sisi lain sejumlah protein justru melemah sehingga tekanan harga tidak datang dari satu kelompok saja.
Pergerakan seperti ini membuat isi keranjang belanja tidak sepenuhnya stabil. Saat bumbu dapur dan minyak menguat, rumah tangga masih mendapat sedikit penahan dari turunnya beberapa komoditas protein hewani.
Cabai tidak kompak, harga bergerak saling berlawanan
Kelompok cabai menjadi salah satu yang paling ramai pergerakannya. Cabai keriting naik Rp 1.311 atau 2,99 persen menjadi Rp 45.205/kg, sedangkan cabai merah besar bertambah Rp 630 atau 1,32 persen dan berada di Rp 48.348/kg.
Namun, cabai merah justru bergerak turun. Harganya tercatat Rp 45.205/kg setelah terkoreksi Rp 553 atau 0,75 persen.
Pola yang tidak seragam ini menunjukkan volatilitas cabai masih tinggi. Komoditas bumbu seperti ini memang mudah berubah saat pasokan dan distribusi tidak seimbang dengan permintaan.
Bawang dan minyak ikut menguat
Kenaikan juga terlihat pada bawang merah. Komoditas ini berada di Rp 41.207/kg setelah naik Rp 171 atau 0,42 persen.
Bawang putih ikut naik lebih besar, yakni Rp 508 atau 1,81 persen, sehingga harganya menjadi Rp 28.597/kg. Di kelompok minyak, minyak goreng kemasan premium tercatat Rp 21.678/liter setelah naik Rp 129 atau 0,60 persen.
Minyakita juga tidak lepas dari penguatan. Harganya berada di Rp 16.428/liter setelah naik Rp 100 atau 0,61 persen.
Protein hewani justru memberi napas lebih ringan
Di tengah kenaikan bumbu dapur dan minyak, beberapa komoditas protein bergerak turun. Daging ayam ras tercatat Rp 34.445/kg setelah turun Rp 153 atau 0,44 persen.
Penurunan paling terasa muncul pada daging ayam kampung. Harganya kini Rp 68.982/kg, turun Rp 1.791 atau 2,53 persen.
Untuk komoditas lain, daging sapi paha belakang masih berada di Rp 124.085/kg. Telur ayam ras tercatat Rp 25.684/kg, sedangkan telur ayam kampung berada di Rp 47.174/kg.
Daftar harga kebutuhan pokok lain di Jawa Timur
Beras premium tercatat Rp 14.990/kg dan beras medium Rp 13.067/kg. Gula kristal putih berada di Rp 17.321/kg, sementara minyak goreng curah di Rp 20.466/liter.
Pada kelompok susu, harga susu kental manis merek Bendera tercatat Rp 12.429 per 370 gr/kl dan Indomilk Rp 12.353 per 370 gr/kl. Untuk susu bubuk, Bendera berada di Rp 41.994 per 400 gr/dos dan Indomilk Rp 41.891 per 400 gr/dos.
Harga garam bata tercatat Rp 2.178 dan garam halus Rp 9.472/kg. Sementara itu, gas elpiji berada di Rp 19.974.
Harga pasar tetap bisa berbeda-beda
Perubahan harga sembako dipengaruhi banyak hal, mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, sampai cuaca. Ketika permintaan naik sementara pasokan tetap atau menurun, harga biasanya ikut terdorong lebih tinggi.
Cuaca ekstrem, bencana alam, dan perubahan musim juga dapat mengganggu hasil pertanian. Masalah distribusi seperti logistik yang terlambat ikut bisa menekan pasokan dan memicu lonjakan harga.
Meski begitu, angka rata-rata di Jawa Timur tidak selalu sama dengan harga di setiap pasar. Karena itu, kondisi harian di lapangan tetap bisa berbeda meski arah pergerakannya sama.
Source: www.detik.com