Pelantar.id – Masalah perut buncit tak hanya mengganggu penampilan. Namun bagi Anda yang mengalami kondisi tersebut juga dapat berbahaya untuk kesehatan karena perut buncit adalah penimbunan lemak yang berlebihan.

Dilansir dari Alodokter.com ada dua jenis perut buncit yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit. Lemak ini dapat dicubit dan terlihat.

Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat. Lemak viseral inilah yang sering dihubungkan dengan kondisi obesitas di perut.

Perut buncit dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, lemak viseral sangat sulit untuk dihilangkan. Bagaimana mengatasi masalah tersebut?

Solusi utamanya tentu Anda harus berolahraga seperti dengan sit-up atau gerakan lainnya dan diikuti dengan diet sehat. Untuk Anda yang kurang berolahraga untuk mengatasi perut buncit dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

Konsumsi yogurt

Sejumlah bakteri dalam usus sangat penting dan bermanfaat. Salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan usus adalah dengan mengonsumsi minuman probiotik.

Baca Juga :   Ombudsman Kepri Pastikan Arus Mudik Lancar

Membiasakan untuk mengonsumsi makanan probiotik semisal yogurt tidak hanya akan memicu Anda merasa lebih bahagia, tapi juga dapat membantu Anda meratakan perut dalam proses.

Selain itu, probiotik juga membantu fungsi kerja sistem pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jadinya, kamu bisa jarang sakit.

Kurangi garam

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih. Meskipun garam adalah mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan jantung dan otak, tapi kalau kebanyakan ini bisa mengikat air sehingga perut Anda buncit seperti balon.

Singkirikan botol garam. Akan lebih baik jika Anda membawa bekal sendiri sehingga bisa membatasi rasa asin dari makanan yang kamu konsumsi.

Kunyah permen karet

Banyak orang mengunyah permen karet sebagai cara untuk menahan keinginan ngemil atau mencegah makan tanpa berpikir, tetapi taktik ini mungkin memiliki efek samping yang tidak menguntungkan alias perut kembung.

Setiap orang secara alami menelan sedikit udara ketika mereka mengunyah tetapi kemungkinan itu semakin besar untuk orang-orang yang mengunyah permen karet, yang menyebabkan gas dan kembung. Selain itu, beberapa pemanis buatan terbukti meningkatkan nafsu makan junkfoood.

Baca Juga :   TNI AL Luncurkan Tiga Kapal Perang Buatan Batam

Kurangi gula

Makan sekali-kali sih nggak apa-apa, tapi kalau terus menerus kamu harus sadar bahwa kalori yang ditambahkan tidak hanya menambah buncit, tetapi kelebihan gula dalam jangka panjang bisa menyebabkan resistensi insulin (yang memberitahu tubuh untuk menyimpan lemak ekstra di sekitar pinggang).

Gula juga menggembungkan perut dalam jangka pendek dengan memberi makan bakteri jahat di usus, yang mengarah ke gas tambahan.

Kepengin pisang nugget ya? Sudah, tenggak air putih saja. Bisa jadi Anda cuma haus sehingga otak menyampaikan sinyak yang ‘tricky’.

Kurangi begadang

Kurang tidur cuma 30 menit per malam dapat membuat Anda bertambah berat, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Endocrine Society. Lebih buruk lagi, berat itu lebih cenderung langsung ke perut.

====================
sumber: detik.com