pelantar.id – Baby blues merupakan sindrom yang menyerang wanita setelah melahirkan. Biasanya sangat mempengaruhi emosi perempuan.

Perempuan merasakan hidup mereka berubah setelah melahirkan. Yang tadinya bebas melakukan apa saja, sekarang kita harus memikirkan anak yang kelangsungan hidupnya bergantung pada kita.

Kebanyakan ibu sulit percaya mereka terkena baby blues sampai mereka benar-benar sadar sudah terkena baby blues. Sebenarnya berbahayakah baby blues itu?

Menerima dan Mengakui dengan Ikhlas. Penerimaan itu penting. Bila terserang Baby blues sebaiknya jangan anggap remeh, dan jangan sekadar berpikir bahwa ini berlebihan. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa perempuan lakukan bila terserang baby blues.

Tetap Jadi Diri Sendiri

Anak adalah segalanya, tapi mereka bukan satu-satunya hal di muka bumi ini. Kita masih punya orang lain dan hal lain untuk diurus, dan lebih lagi, kita masih punya diri sendiri untuk diurus. Status berubah, tapi kita tetap diri kita sendiri.

Baca Juga :   Rahasia Awet Muda dari Ramuan Stroberi

Hanya karena kita seorang ibu, bukan berarti 24 jam kita harus menjadi seorang ibu dan hanya melakukan hal-hal yang terkait dengan motherhood. Kita bisa minta tolong suami atau orang tua untuk menggantikan peran kita sebentar, dan kita bisa mencari waktu untuk diri kita sendiri.

Tahu Batasan dan Prioritas

Tidak ada ibu yang tidak hebat. Memutuskan untuk hamil dan melahirkan saja sudah hebat, karena tidak ada yang bisa melakukan itu kecuali seorang ibu. Maka, bukan berarti jika kita tidak mampu mengerjakan semua hal, lantas kita kalah dengan ibu lainnya yang bisa mengerjakan semuanya sendirian.

Tidak perlu berlomba. Masing-masing ibu punya perjuangan sendiri. Jika memang tidak bisa mengurus rumah dan anak dalam satu tangan, jangan lampaui batasan itu dan berakhir dengan menjadi temperamental kepada semua orang, termasuk anak dan suami sendiri.

Jangan sakiti diri sendiri. Jangan menciptakan masalah besar hanya karena kita tidak mau menyelesaikan masalah kecil.

Baca Juga :   Samaira Mehta, Programmer Cilik yang Bikin Google-Microsoft Jatuh Hati

Ikuti Kata Hati

Semua orang bisa berpendapat. Tapi tidak berarti hanya karena seseorang pernah menjadi seorang ibu, lantas dia mengetahui betul perjuangan ibu lainnya. Kita bisa mendengar dan menerima pendapat orang, tetapi jangan lupakan kata hati kita sendiri.

You know yourself and your child best. Kalau kita tidak mau melakukan suatu hal karena ada alasan tertentu, selama alasan tersebut logis dan untuk kebaikan semuanya, pertahankan. Tapi jika ragu, berdiskusi dan bertanyalah, sehingga kita juga tidak gegabah dan salah langkah dalam memutuskan sesuatu.

Maafkan Diri Sendiri

Baby blues itu bisa terjadi karena kita tidak siap untuk berubah dan menerima perubahan secara mendadak. Dengan menyiapkan hati, serta tetap “memprioritaskan” diri sendiri, kita akan bisa menerima dengan gembira perubahan yang terjadi dan menikmati dengan sungguh-sungguh perjalanan ini.

======
sumber: liputan6.com

foto: toronto.com