Pelantar.id – Beda daerah beda pula cara merayakan hari raya. Begitu pula untuk menyambut natal. Perayaan natal versi barat berbeda dengan perayaan natal di Asia.

Misalnya salah satu ciri khas perayaan natal di barat adalah dengan memunculkan Santa Claus sebagai aktor utama perayaan. Hal ini tentunya juga diikuti oleh negara-negara Asia. Meskipun begitu, tetap ada berbagai perbedaan antara perayaan natal di Asia dan di barat.

Dikutip dari viva.co. id berikut cara merayakan natal di negara-negara Asia.

Filipina
Negara Asia dengan populasi Kristen yang besar seperti Filipina mulai mempersiapkan Natal sejak beberapa bulan sebelumnya. Jika Anda ada di sana, musik-musik Natal sudah terdengar sejak awal Oktober. Tanggal 1 September adalah saat penghitungan mundur menuju Natal dimulai. Tradisi ini adalah pencampuran antara tradisi asli Filipina dan barat.

Dalam tradisi barat, ada Santa Claus, pohon, kartu dan nyanyian Natal. Salah satu dekorasi Natal paling terkenal di Filipina adalah ‘parol’, yaitu sebilah atau bingkai bambu yang dipasangi lentera bintang sebagai representasi bintang yang memandu Orang Bijak. Sebagian besar orang terjaga sepanjang malam di Malam Natal hingga Hari Natal. Kemudian mereka menghadiri ‘Simbang Gabi’ atau perkumpulan Malam Natal, lalu dilanjutkan dengan pesta malam yang disebut dengan Noche Buena.

India
Natal merupakan hari libur nasional di India karena pengaruh Inggris dan libur tengah semester para siswa. Orang-orang akan menanam pohon untuk merayakan ‘Badaa Din’ atau Hari Besar, nama lain untuk Natal di India Utara. Negara terkecil di India, Goa, menggelar perayaan besar setiap bulan Desember, meski hanya 2 persen saja populasi yang mengaku beragama Kristen.

Baca Juga :   Piala AFF 2018: Indonesia vs Timor Leste, Jangan Loyo Garuda

Pohon mangga atau pisang akan dihias, warga Kristen akan menghadiri misa tengah malam dan sajian bergaya barat akan dikonsumsi di Malam Natal. Makanan populer yang banyak disajikan adalah ayam atau kalkun panggang. Makanan penutup di Goa yang dikonsumsi pada perayaan ini meliputi neureos, pastry goreng kecil dengan buah dan kelapa, dan dodol, makanan mirip Toffee dengan isian kelapa dan kacang mete.

Bintang-bintang Natal menghiasi atap banyak rumah di bagian lain India, termasuk Kerala. Ayah Natal mengantarkan hadiah untuk anak-anak dari kereta kuda.

Vietnam
Natal merupakan satu dari empat perayaan terbesar di Vietnam, tiga lainnya yaitu kelahiran Buddha, Tahun Baru, dan Festival Pertengahan Musim Gugur. Anak-anak muda biasanya akan memenuhi jalan Nguyen Hue di Hotel Chi Minh City untuk melihat pertunjukkan lampu di Malam Natal.

Di Hanoi, orang-orang akan berkumpul di sekitar Gereka Katedral St. Joseph untuk melakukan hal yang sama. Mayoritas orang Vietnam beragama Kristen karena sempat berada di bawah jajahan Prancis. Mereka akan menghadiri misa tengah malam di gereja-gereja lokal. Banyak orang akan menabur confetti, berfoto, dan mengagumi dekorasi es Antartika lampu Natal di hotel-hotel besar dan pusat perbelanjaan.

Jepang
Agama Kristen tidak menyebar di seluruh Jepang, jadi Natal dirayakan lebih dengan bentuk yang komersil. Orang Jepang akan memakan kue Natal yang berupa kue spons dengan topping krim kocok dan buah-buahan. Alih-alih Santa Claus, ada tokoh Hoteiosho, seorang kakek yang membawa kantung besar dan mata di belakang kepalanya, karena itu anak-anak harus bersikap baik jika ada sosoknya.

Baca Juga :   Juara Piala Asia, Qatar Pede Tampil di Piala Dunia 2020

Tukar hadiah biasanya dilakukan oleh pasangan-pasangan di Malam Natal, yang lebih dirayakan dibanding hari Natal. Malam Natal dianggap lebih seperti hari romantis, paralel dengan hari Valentine. Makanan yang populer dimakan di hari ini adalah ayam goreng, restoran cepat saji seperti KFC akan menerima pesanan lebih awal. Pesta-pesta bertema Natal juga mengacu pada perayaan Tahun Baru Shogatsu yang besar.

Korea Selatan
Hari Natal dirayakan sebagai hari libur nasional, karena Kristen adalah agama mayoritas di Negeri Ginseng ini. Uang diberikan sebagai hadiah, kartu ucapan dibagikan kepada semua orang, dan jembatan di atas Sungai Han di Seoul dihiasi lampu dekorasi warna-warni.

Di ibukota Korea Selatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan lampu selain lampu-lampu di jembatan pusat kota. Santa Haraboji atau Kakek Santa adalah Santa Claus versi warga Korea dan seringkali mengenakan pakaian biru. Kue Natal adalah makanan yang populer di sana, yaitu kue spons yang dilapisi krim yang dibeli dari toko roti lokal atau Baskin Robbins.

China
Natal di China dirayakan secara pribadi oleh keluarga dan sahabat. Pasangan muda seringkali merayakannya dengan saling bertukar kado. Sebuah tradisi yang menjadi populer adalah memberikan apel pada Malam Natal. Apel dalam bahasa Mandarin adalah pinggul, yang bunyinya mirip dengan kata damai, di mana terjemahan dalam bahasa China mirip dengan Malam Natal, Ping’an Ye, artinya malam yang damai atau senyap.

===============
sumber: viva.co.id