pelantar.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menerapkan sistem absensi dengan scan atau pemindai wajah untuk mencegah kecurangan para pegawai negeri sipil. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan dan tingkat kehadiran pegawai.

Sekretaris Daerah Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, rencananya pemerintah akan mengadakan finger print yang menandai wajah setiap pegawai di lingkungan Pemprov Kepri. Nantinya, seluruh PNS dapat menggunakan android untuk scan wajahnya sendiri. Hasil scan tersebut akan masuk secara otomatis dalam daftar hadir jika si pegawai tersebut berada dalam radius tertentu dalam lingkungan Kantor Gubernur Kepri.

“Formula ini untuk menertibkan pegawai. Nantinya juga bisa mencegah pegawai yang menitipkan androidnya kepada pegawai lain, padahal dia tidak berada di lokasi,” katanya di Tanjungpinang, kemarin.

Menurut Arif, penggunaan mesin absensi yang benar, akan membantu meningkatkan kedisiplinan pegawai pemerintah terutama untuk pegawai yang malas datang ke kantor. Saat PNS melakukan scan absensi, maka akan tercatat jam dan tanggalnya. Dengan demikian, absensi karyawan akan terpantau secara periodik atau terus-menerus.

Menggunakan mesin absensi wajah dapat mencegah manipulasi data absensi karyawan yang bisa saja terjadi. Dengan teknologi terbaru, mesin absensi ini hanya dapat mendeteksi wajah asli bukan gambar atau foto. Sehingga lebih akurat dan aman.

Absensi Wajah di Daerah Lain
Kepri bukan yang pertama di Indonesia menerapkan cara ini. Sejumlah provinsi, termasuk pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia sudah ada yang menjalankan formula scan wajah bagi para pegawainya. Pemprov Banten, misalnya.

Foto ilustrasi, absensi dengan scan wajah

Pemprov Banten sudah meninggalkan absensi dengan sistem finger print sidik jari. Pasalnya, sistem tersebut sudah mulai diakali oleh para pegawai mereka. Sejak dua bulan lalu, pemerintah Banten menerapkan face print atau scan wajah.

Penerapan scan wajah diberlakukan di seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap PNS, diwajibkan menghadapkan wajahnya ke mesin face print sebagai bukti kehadiran mereka di kantor.

Selain Banten, daerah lain yang sudah menerapkan absensi scan wajah adalah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Seperti Kepri dan Banten, sebelumnya pemerintah Banyuwangi juga menggunakan absensi sidik jari atau finger print.

Pemerintah setempat menilai, sistem absensi scan wajah digunakan pemkab untuk meningkatkan kedisiplinan kerja para PNS karena kerja alat face detector lebih akurat dibandingkan finger print. Formula tersebut diharapkan bisa mengerek kedisiplinan pegawai. PNS dapat bekerja lebih jujur dan tepat waktu.

Reporter : Albar
Editor : Yuri B Trisna