pelantar.id – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar pelatihan dan pembuatan film dan video pendek untuk pelajar bertema Menjadi Indonesia di Asrama Haji, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (31/5). Pelatihan ini sebagai upaya menanamkan rasa cinta Tanah Air dan mencegah meluasnya paham radikalisme di kalangan pelajar.

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar se-Kepri ini dibuka Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Marsma TNI, Asep Dadang Suryadi, dengan menghadirkan narasumber Erwansyah Sjarief, disen Universitas Suryadarma.

“Kita ingin upaya-upaya pencegahan paham-paham radikal dan terorisme dimulai sejak dini,” kata Asep.

Pelatihan ini merupakan agenda rutin BNPT dan FKPT. Menurut Asep, banyak hal yang harus diketahui para pelajar di Indonesia tentang bahaya paham radikal. Kegiatan ini menjadi penting mengingat belakangan ini sejumlah wilayah Indonesia sedang dilanda ancaman teror.

Baca Juga :   Sabu 3 Kilogram dari Malaysia Akan Diedarkan di Karimun

Pada kesempatan itu, para pelajar juga diberi informasi tentang upaya-upaya yang dilakukan BNPT dalam mencegah dan menindak pelaku teror.

“Banyak hal yang meski diketahui oleh pelajar kita agar tidak terjebak dalam gerakan terlarang. Pelaku teroris selama ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun ada juga dilakukan oleh perempuan bahkan ada juga yang dilakukan oleh anak di bawah umur,” katanya.

Tampak hadir di acara itu di sejumlah pejabat di Kepri baik dari Polri, TNI maupun jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), di antaranya Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah. Asep berharap, melalui kegiatan ini, rasa cinta kepada Tanah Air semakin kuat tertanam dalam diri generasi muda Indonesia.

Baca Juga :   Dewan Pengawas BP Batam Dibentuk, Agar Ekonomi Batam Terus Melaju

Di tempat yang sama, Ketua FKPT Provinsi Kepri, Reni Yusneli mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada para pelajar di Kepri tentang pentingnya jiwa nasionalisme, sekaligus memahami betapa berbahayanya paham-paham radikal bagi kelangsungan bangda.

“Tentu, output yang kita harapkan salah satunya agar materi pencegahan radikalisme dan terorisme semakin sering dilakukan, bisa melalui talkshow di radio dan televisi. Kita berharap, banyak juga lahir video dan film-film pendek dari pelajar yang menggambarkan tentang cinta Tanah Air,” kata dia.

Pada pelatihan itu, para peserta juga mendapat materi pembuatan video pendek dari praktisi film Dyah Kusumawati dan artis Annisa Putri Ayudya. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, hasil video pendek setiap kelompok kemudian langsung dibahas dalam diskusi menarik.

Baca Juga :   Mengapa Es Krim Viennetta Ramai Dicari?

Dari hasil diskusi itu, setiap video pendek yang dibuat masing-masing kelompok lalu diperbaiki, kemudian diunggah ke media sosial Instagram. Bukan sekadar mejeng, video pendek tersebut juga diikutkan dalam lomba video pendek BNPT yang total hadiahnya mencapai Rp57 juta.

Yuri B Trisna