Chip Buatan Sendiri Diuji Di Xiaomi 17 Fold, Layar Lipat Ini Incar Gaming Berat

Bocoran soal Xiaomi 17 Fold mulai menarik perhatian karena perangkat ini disebut bakal membawa chipset buatan sendiri, bukan lagi bergantung sepenuhnya pada chip dari vendor besar. Kalau informasi ini akurat, Xiaomi akan masuk ke level baru di pasar ponsel lipat premium dengan kendali performa yang jauh lebih besar.

Daya tarik utamanya tidak berhenti di situ. Ponsel lipat ini juga dikaitkan dengan fokus kuat pada gaming mobile, sehingga posisinya bukan hanya sebagai perangkat layar fleksibel untuk gaya hidup, tetapi juga untuk kebutuhan berat.

Kehadiran referensi chipset Xring O3 di database Mi Code menjadi petunjuk paling kuat sejauh ini. Nama itu muncul bersama perangkat berkode “Lhasa” dengan nomor model 2608BPX34C, yang membuat dugaan soal foldable baru Xiaomi semakin menguat.

Xring O3 disebut sebagai generasi kedua chipset in-house Xiaomi. Sebelumnya, Xring O1 lebih dulu dipakai pada Xiaomi 15S Pro, jadi kemunculan Xring O3 di perangkat lipat menandai kelanjutan penting dari strategi chip buatan sendiri.

Langkah ini tergolong berani karena pasar ponsel lipat masih didominasi chipset dari Qualcomm atau MediaTek. Dengan solusi internal, Xiaomi tampaknya ingin mengontrol performa dengan lebih leluasa sekaligus mengejar efisiensi yang lebih baik untuk pemakaian berat.

Arah yang dibuat untuk gaming

Bocoran yang beredar menyebut Xiaomi 17 Fold tidak disiapkan sebagai foldable biasa. Perangkat ini justru diposisikan sebagai ponsel lipat dengan ambisi besar di sektor gaming mobile.

Layar lipat sekitar 8 inci menjadi salah satu poin yang paling menarik. Ukuran ini berpotensi memberi pengalaman visual yang lebih luas saat dipakai bermain game berat seperti Genshin Impact atau Call of Duty Mobile.

Xring O3 juga disebut membawa peningkatan pada efisiensi daya, pengolahan grafis, dan kemampuan AI. Jika klaim itu tepat, Xiaomi punya modal kuat untuk menghadirkan perangkat yang tidak hanya besar, tetapi juga lebih tangguh saat menghadapi aplikasi berat.

Jadwal rilis yang belum pasti

Sempat beredar spekulasi bahwa perangkat ini akan meluncur bersama lini Xiaomi 17 series. Namun kabar terbaru menyebut jadwalnya bergeser karena Xiaomi ingin memastikan integrasi hardware dan software berjalan lebih matang.

Keputusan itu terdengar masuk akal mengingat perangkat ini disebut sebagai foldable pertama Xiaomi yang memakai chip buatan sendiri. Pada tahap seperti ini, penyempurnaan akhir memang penting agar performa dan stabilitas tetap terjaga ketika masuk pasar.

Spekulasi kemudian mengarah pada peluncuran di awal Juli 2025. Meski begitu, Xiaomi belum memberi konfirmasi resmi soal nama final, jadwal pasti, maupun posisi produk ini di jajaran perangkatnya.

Kode lain yang ikut memperkuat dugaan

Selain “Lhasa”, ada juga kode “Q18” yang ikut menambah keyakinan bahwa proyek ini memang nyata dan sudah berada di tahap pengembangan lanjut. Dua kode itu menjadi sinyal bahwa Xiaomi serius menyiapkan foldable baru, meski identitas komersialnya masih belum dipastikan.

Nama akhir perangkat ini sendiri masih terbuka. Xiaomi 17 Fold, Mix Fold 5, dan Mix Fold 6 sama-sama masih mungkin dipakai, tergantung arah penamaan yang dipilih perusahaan.

Di sisi lain, Xiaomi tampaknya tidak menaruh semua kartu pada chipset internal. Lini lain seperti Xiaomi 17 Max justru masih disebut akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Strategi produk yang mulai terlihat

Xiaomi 17 Max disebut akan hadir di China pada Mei 2025 dengan layar OLED datar 6,9 inci, RAM LPDDR5X hingga 16GB, dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Untuk daya, perangkat itu dirumorkan membawa baterai 8.000 mAh dengan pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel.

Bocoran tersebut memperlihatkan pola yang cukup jelas dalam strategi Xiaomi. Chipset in-house tampak disiapkan untuk eksplorasi performa, sementara chipset mainstream tetap dipakai untuk lini yang lebih luas.

Di pasar foldable, langkah seperti ini bisa jadi pembeda penting bila Xring O3 benar-benar stabil dan efisien. Xiaomi 17 Fold kini menarik bukan hanya karena bentuknya yang lipat, tetapi juga karena potensi perubahan besar pada cara Xiaomi membangun perangkat premiumnya.

Source: telset.id
Exit mobile version