Citroen menyiapkan kebangkitan 2CV dengan pendekatan yang jauh berbeda dari citra aslinya. Alih-alih kembali sebagai mobil sederhana bermesin bensin, nama legendaris itu akan dipakai untuk hatchback listrik kecil yang dibidik sebagai mobil murah di Eropa.
Langkah ini menarik karena 2CV bukan sekadar model lama yang dihidupkan ulang. Citroen ingin membawa lagi semangat mobil rakyat yang dulu dikenal simpel, fungsional, dan hemat biaya, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan mobilitas listrik masa kini.
Bukan nostalgia murni
Bocoran tampilan yang sudah dipresentasikan memperlihatkan siluet yang masih mengingatkan pada 2CV asli. Bentuknya dibuat bulat dan ceria, tetapi Citroen tidak memilih jalur retro yang sepenuhnya meniru model lawas.
Pabrikan asal Prancis itu justru memadukan proporsi klasik dengan sentuhan desain dari konsep baru dan mobil listrik modern. Hasilnya diharapkan tetap terasa akrab bagi penggemar lama, tetapi tidak terlihat seperti replika masa lalu.
Kepala Citroen Xavier Chardon ikut menguatkan keberadaan proyek ini setelah sebelumnya hanya beredar sebagai rumor. Ia bahkan menyebut model tersebut sebagai “a true people’s car designed for real life”.
Target harga yang agresif
Versi konsep 2CV baru dijadwalkan tampil pada Paris Motor Show musim gugur ini. Setelah itu, model produksi direncanakan mulai dijual pada 2028 dengan harga di bawah €15.000.
Jika angka itu benar terwujud, 2CV baru akan masuk ke jajaran mobil listrik termurah di Eropa. Posisi harganya disebut berada di bawah Dacia Spring, Renault Twingo, dan BYD Dolphin Surf.
Strategi itu sejalan dengan arah baru Stellantis yang ingin menghadirkan mobil listrik lebih kecil dan lebih murah untuk pasar Eropa. Grup tersebut juga berencana memproduksi 2CV baru di Italia, pada jalur produksi yang sama dengan city car Fiat bernuansa nostalgia yang terinspirasi dari Panda asli.
Pasar yang kembali terbuka
Rencana Citroen datang saat pasar Eropa kembali memberi ruang untuk mobil listrik kecil. Regulator di kawasan itu sedang mempertimbangkan insentif untuk mobil listrik kompak yang dibuat secara lokal.
Di saat yang sama, minat terhadap mobil kecil bernuansa retro juga sedang menguat. Keberhasilan model listrik seperti Renault 5 menunjukkan bahwa pembeli masih tertarik pada mobil mungil yang punya karakter, selama tetap praktis dan terjangkau.
Karena itu, 2CV baru tampak diposisikan bukan hanya sebagai proyek nostalgia. Citroen ingin mengubah nama legendaris tersebut menjadi kendaraan listrik yang relevan untuk kebutuhan harian.
Nama lama, peran baru
2CV klasik dulu terkenal sebagai mobil yang mengutamakan fungsi, kemudahan, dan biaya pakai rendah. Citra itu justru menjadi modal utama ketika Citroen mencoba menghidupkannya lagi dalam bentuk EV murah.
Menariknya, 2CV lawas juga punya reputasi sangat santai di jalan. Julukan “tin snail” melekat karena akselerasi 0-62 mph atau 100 km/jam-nya membutuhkan sekitar 30 detik.
Kini, Citroen tampak ingin mengganti citra lambat itu dengan nilai yang lebih relevan untuk era listrik. Jika model ini benar-benar hadir sebagai EV murah, sederhana, dan tetap punya karakter, nama 2CV berpeluang kembali penting sebagai mobil rakyat di Eropa.
Source: www.carscoops.com




