City Kehilangan Kendali Setelah Istirahat, Everton Paksa Duel Berakhir 3-3

Manchester City gagal membawa pulang kemenangan setelah duel melawan Everton berakhir 3-3. Hasil itu langsung memunculkan sorotan pada cara City mempertahankan kendali pertandingan, terutama ketika tempo laga berubah di babak kedua.

Pep Guardiola menilai masalah utama timnya bukan pada awal laga, melainkan pada turunnya level permainan setelah jeda. Ia melihat City tampil sangat baik di 45 menit pertama, tetapi tidak mampu menjaga dorongan yang sama saat Everton mulai menaikkan intensitas.

Everton ubah jalannya pertandingan

Menurut Guardiola, Everton datang dengan pendekatan yang lebih agresif di paruh kedua. Perubahan itu membuat pertandingan bergeser, karena tim tamu mulai lebih efektif saat laga berjalan terbuka dan memasuki fase transisi.

Guardiola juga menilai Everton lebih berbahaya ketika memanfaatkan bola mati dan umpan-umpan panjang. Situasi itu berulang kali menyulitkan lini belakang City dan membuat tuan rumah kehilangan kenyamanan dalam mengatur ritme permainan.

Ia bahkan menyebut Everton selalu punya ancaman di situasi bola mati. Dari skema seperti tendangan sudut, tendangan bebas, hingga lemparan ke dalam, Everton mampu memberi tekanan yang konsisten ke pertahanan City.

City kuat di awal, lalu merosot

City sebenarnya sempat terlihat meyakinkan pada awal pertandingan. Namun, menurut Guardiola, performa itu tidak berlanjut setelah turun minum karena intensitas tim menurun dan kontrol permainan ikut hilang.

“Kami bermain bagus di babak pertama dan luar biasa, kemudian di babak kedua mereka meningkatkan permainan,” ujar Guardiola. Ia menegaskan City tetap mencoba bermain rapi, tetapi tidak memiliki dorongan yang sama seperti sebelumnya.

Guardiola juga menyoroti bahwa pemainnya tidak menunjukkan niat yang setara dengan babak pertama. Kondisi itu membuat City sulit mengunci pertandingan ketika Everton mulai menekan lebih keras.

Efektivitas Everton jadi pembeda

Selain tekanan dari bola mati, Guardiola menyebut Everton lebih baik dalam duel-duel yang melibatkan bola panjang. Pola itu membuat laga menjadi lebih terbuka dan memberi ruang bagi serangan balik serta situasi cepat yang berulang.

“Dengan umpan-umpan panjang mereka lebih baik, mereka memenangkan tendangan bebas dan lemparan ke dalam,” kata Guardiola. Ia menilai kedua tim memang sama-sama punya peluang dalam pertandingan yang berjalan cepat, tetapi City tidak cukup tajam untuk menguasai momen penting.

Skor imbang 3-3 pada akhirnya terasa mahal bagi City dalam persaingan gelar Premier League. Guardiola menegaskan timnya harus terus berjuang agar tidak makin tertinggal di persaingan yang masih ketat.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version